BeritaEkonomi

KAI Percepat Reaktivasi Jalur Kereta Api demi Urai Kemacetan Sumatra Barat

11
×

KAI Percepat Reaktivasi Jalur Kereta Api demi Urai Kemacetan Sumatra Barat

Sebarkan artikel ini
pt-kai-percepat-reaktivasi-jalur-kereta-api-di-sumbar
pt kai percepat reaktivasi jalur kereta api di sumbar

Jakarta – Pemerintah melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai merealisasikan proyek strategis Trans Sumatra Railways di Sumatra Barat. Inisiatif ini merupakan perwujudan visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun konektivitas kereta api yang menghubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung guna menekan biaya logistik nasional.

Direktur Utama PT KAI, Bob Rasyidin, menyebut Sumatra Barat akan menjadi tulang punggung bagi jalur barat atau West Trans Sumatra Railway.

Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan arahan agar seluruh kota lintas pulau terhubung melalui rute timur dan barat. Jalur barat tersebut secara khusus ditetapkan harus melewati Kota Padang.

Proses reaktivasi jalur kereta api di Sumatra Barat ini akan dibagi dalam dua tahap pengerjaan. Tahap pertama mencakup rute Kayu Tanam, Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh, hingga Limbanang.

Sementara itu, tahap kedua akan fokus pada pengembangan rute dari Padang Panjang yang menuju ke Singkarak, Kota Solok, Muaro Kalaban, hingga Sawahlunto.

Anggota DPR RI asal Sumatra Barat, Andre Rosiade, menilai kehadiran moda transportasi rel menjadi solusi mendesak untuk mengurai kemacetan kronis di jalur darat. Kapasitas jalan raya saat ini dipandang sudah tidak lagi sebanding dengan pertumbuhan volume kendaraan.

Ia menegaskan bahwa kondisi infrastruktur jalan dari Padang menuju Bukittinggi dan Payakumbuh tidak mengalami perubahan berarti selama puluhan tahun. Hal inilah yang membuat kemacetan menjadi realita yang dihadapi masyarakat setiap hari.

Data PT KAI sendiri mencatat adanya peningkatan antusiasme masyarakat Sumatra Barat terhadap moda transportasi rel dengan kenaikan jumlah penumpang rata-rata 16 persen per tahun. Pada 2025, proyeksi pengguna kereta api di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 1,9 juta orang.

Saat ini, PT KAI tengah menyusun Detailed Engineering Design (DED) yang ditargetkan selesai pada September atau Oktober tahun ini. Tahapan sosialisasi dan sterilisasi lahan rencananya dimulai pada awal 2027, dengan target operasional penuh tercapai sebelum 2029.

Tantangan utama yang dihadapi adalah pembersihan lahan di atas aset KAI seluas 11.000 hektar yang saat ini masih ditempati bangunan liar. Meski begitu, pihak KAI optimistis proses percepatan tetap berjalan lancar karena status kepemilikan lahan sudah sepenuhnya di bawah kendali perusahaan.

Selain mobilitas penumpang, reaktivasi ini diproyeksikan mampu mendongkrak sektor logistik dan pariwisata. Transportasi massal ini akan mendukung pengangkutan jutaan ton batu bara dari tambang PTBA di Sawahlunto mulai 2027.

Pada sektor pariwisata, KAI tengah menyiapkan layanan kelas dunia seperti gerbong panoramik dan Nusantara Explorer. Fasilitas tersebut disiapkan untuk melayani sekitar 20 juta wisatawan yang berkunjung ke Sumatra Barat setiap tahunnya.