Padang – Kadin Indonesia mengalokasikan Rp1 miliar untuk membangun hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di Kota Padang.
Bantuan ini menyasar kawasan Batu Busuak, Kelurahan Kapalo Koto.
Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana pendukung.
Ketua Kadin Sumbar, Buchari Bachter, menjelaskan dana berasal dari Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) sebesar Rp500 juta.
Sisanya merupakan bantuan dari berbagai pihak, termasuk Kadin Indonesia.
Sebanyak 10 keluarga korban banjir bandang akan menerima manfaat dari program ini.
Hunian tetap akan dibangun di atas lahan seluas 2.000 meter persegi.
Tipe rumah yang dibangun adalah tipe 36 plus, dengan dua kamar dan luas tanah 144 meter.
“Pihak kaum dari korban bencana banjir bandang telah menyiapkan lahan pembangunan huntap yang berlokasi sekitar 500 meter dari pinggir Sungai Batu Busuak,” ujar Buchari.
Kadin Sumbar menggandeng Pemko Padang dan Universitas Andalas dalam proses legal dan teknis pembangunan huntap.
Pembangunan huntap direncanakan dimulai pada pertengahan Januari 2026.
Targetnya selesai pada pertengahan Maret atau sebelum Hari Raya Idulfitri.
Proyek ini diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 50 hingga 100 orang.
Prioritas utama diberikan kepada tenaga lokal, terutama dari keluarga korban bencana.
Kadin Sumbar melibatkan berbagai pihak dalam pengawasan dan evaluasi.
“Selain dengan kaum pemilik lahan, kami juga bekerja sama dengan Pemko Padang, Universitas Andalas, dan PT Semen Padang agar direncanakan dan diawasi bersama-sama,” jelasnya.
Kadin Sumbar juga berencana membuat program pemulihan ekonomi korban bencana berbasis pertanian dan UMKM, bekerja sama dengan Unand dan pihak terkait lainnya.
Sebelumnya, Ketua Kadin Sumbar telah mengunjungi unit contoh rumah tipe 36 plus yang menggunakan material Sepablock produksi PT Semen Padang.












