Solo – Mantan Presiden Joko Widodo merespons wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Soeharto dan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Jokowi menilai setiap pemimpin bangsa memiliki jasa besar bagi negara dan layak dihargai atas kontribusinya, sembari menyoroti bahwa keputusan tersebut melalui kajian mendalam oleh tim khusus di pemerintah.
Berbicara di kediamannya, Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Kamis, 6 November 2025, Jokowi menegaskan, “Setiap pemimpin pasti memiliki peran dan jasa terhadap negara. Kita semua harus menghargai itu. Setiap pemimpin ada kelebihan dan kekurangannya.” Ia menambahkan bahwa ada tim dan pakar yang mempertimbangkan secara matang dalam proses pemberian gelar tersebut, dan masyarakat harus menghargai keputusan yang diambil.
Mengenai perdebatan publik terkait Soeharto, Jokowi menganggap hal tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang wajar. “Biasa dalam negara demokrasi ada pro dan kontra. Itu hal yang lumrah,” tuturnya. Jokowi juga menyetujui prinsip Jawa “Mikul Dhuwur Mendhem Jero”—menghormati pemimpin meskipun memiliki kekurangan—dengan menyatakan, “Ya, kita harus menghormati para pemimpin, termasuk presiden-presiden terdahulu.”
Sementara itu, Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) tengah menilai 10 tokoh nasional yang diusulkan untuk menerima gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2025. Dari total usulan tersebut, empat tokoh merupakan usulan baru, sedangkan enam lainnya adalah usulan berulang dari tahun sebelumnya.
Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos, Mira Riyati Kurniasih, mengungkapkan bahwa sepuluh proposal sudah masuk, terdiri dari empat pengusulan baru dan enam pengusulan kembali.
Berikut adalah daftar tokoh yang diusulkan:
Usulan berulang:
- Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Jawa Timur
- Soeharto – Jawa Tengah
- Bisri Sansuri – Jawa Timur
- Idrus bin Salim Al-Jufri – Sulawesi Tengah
- Teuku Abdul Hamid Azwar – Aceh
- Abbas Abdul Jamil – Jawa Barat
Usulan baru 2025:
- Anak Agung Gede Anom Mudita – Bali
- Deman Tende – Sulawesi Barat
- Midian Sirait – Sumatera Utara
- Yusuf Hasim – Jawa Timur







