Jakarta – Federal Reserve (The Fed) resmi menunjuk Jerome Powell sebagai ketua sementara atau ad interim setelah masa jabatan resminya berakhir pada Jumat (15/5/2026). Penunjukan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan posisi pimpinan bank sentral Amerika Serikat tersebut sembari menunggu pelantikan resmi Kevin Warsh.
Langkah ini diambil menyusul konfirmasi Senat AS yang telah menetapkan Kevin Warsh sebagai penerus posisi tersebut. Otoritas moneter AS menyatakan, penunjukan Powell sebagai ketua sementara merupakan prosedur standar dalam transisi kepemimpinan di lembaga tersebut.
Meski demikian, keputusan penunjukan ini tidak meraih konsensus penuh di internal Dewan Gubernur The Fed. Dua anggota dewan, yakni Wakil Ketua Bidang Pengawasan Michelle W. Bowman dan Gubernur Stephen I. Miran, menyatakan keberatan atas durasi masa jabatan sementara Powell yang tidak dibatasi.
Bowman dan Miran menilai situasi saat ini berbeda dengan transisi sebelumnya karena suksesor, dalam hal ini Kevin Warsh, sudah mendapatkan restu dari Senat. Keduanya mengusulkan agar posisi ketua sementara dibatasi paling lama satu bulan untuk mengantisipasi potensi keterlambatan pelantikan.
“Apabila Warsh belum dilantik dalam periode tersebut, seharusnya dilakukan pemungutan suara baru oleh Dewan Gubernur atau tindakan dari presiden,” ungkap Bowman dan Miran dalam pernyataan bersama.
Ketegangan internal ini muncul tak lama setelah Senat AS mengesahkan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed melalui pemungutan suara dengan margin kemenangan paling tipis sejak 1977. Warsh memperoleh 54 suara setuju berbanding 45 suara menolak.
Dukungan bagi Warsh tergolong minim, dengan hanya satu senator dari Partai Demokrat, John Fetterman, yang memberikan suara dukungan. Warsh ditunjuk oleh Presiden Donald Trump untuk menggantikan posisi Powell, yang selama ini dinilai kerap berseberangan dengan pemerintah terkait kebijakan suku bunga.







