Berita

Jepang Berencana Tempatkan Rudal Dekat Taiwan, Cina Merespons dengan Keras

144
×

Jepang Berencana Tempatkan Rudal Dekat Taiwan, Cina Merespons dengan Keras

Sebarkan artikel ini
4dd808ea1c1357f6f2c3e58c7075993c.jpg
4dd808ea1c1357f6f2c3e58c7075993c.jpg

Beijing – Rencana Jepang untuk menempatkan rudal di dekat Taiwan merupakan upaya memprovokasi konfrontasi militer. Demikian pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Mao Ning, pada Senin, 24 November 2025.

Mao Ning mengatakan, rencana penempatan senjata ofensif di pulau dekat Taiwan ini adalah upaya yang disengaja untuk meningkatkan ketegangan regional dan memprovokasi konflik militer.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menyatakan komitmen Tokyo untuk menempatkan rudal jarak menengah di Pulau Yonaguni, sebuah pulau yang berjarak sekitar 110 kilometer dari Taiwan.

Mengingat pernyataan keliru Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai Taiwan, Mao menegaskan bahwa langkah ini “sangat berbahaya dan menuntut kewaspadaan yang lebih tinggi dari negara-negara tetangga serta komunitas internasional.”

Juru bicara Kemlu Cina itu juga menuduh faksi sayap kanan di Jepang berupaya mendorong pengabaian konstitusi pasifis negara tersebut. Hal ini dikhawatirkan akan membuat Jepang semakin terjerumus menuju militerisme dan menyeret Tokyo beserta kawasan menuju bencana.

Cina, kata Mao, tidak akan pernah mengizinkan kekuatan sayap kanan Jepang membalikkan sejarah. Mereka juga tidak akan mentolerir campur tangan asing dalam urusan Taiwan atau kebangkitan militerisme Jepang.

“Cina memiliki tekad dan kemampuan untuk mempertahankan kedaulatan wilayah nasionalnya,” ucap Mao.

Ketegangan diplomatik antara kedua negara meningkat setelah Takaichi pada 7 November menyatakan bahwa serangan hipotetis Cina terhadap Taiwan akan menciptakan “situasi yang mengancam kelangsungan hidup,” yang akan memaksa Jepang untuk merespons. Pernyataan tersebut memicu kecaman keras dari Cina dan juga dari partai oposisi di Jepang.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri Cina memanggil Duta Besar Jepang untuk Beijing, Kenji Kanasugi. Wakil Menteri Luar Negeri Cina, Sun Weidong, menyampaikan protes keras atas komentar perdana menteri tersebut. Selain itu, Cina juga meminta warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Jepang.