FENESIA – Tak hanya di sinetron saja, ternyata saat ini semakin maraknya yang melakukan tindakan bullying. Perbuatan yang tidak terpuji ini, akan menimbulkan trauma dan ketakutan bagi si korban.
Berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ada 2.473 kasus yang terjadi dari tahun 2011-2019.
Perlu diketahui, perilaku anak ketika berada di rumah dan di luar akan berbeda 180 derajat. Wajar saja ketika orang tua tidak mengetahui bagaimana reputasi sang anak sampai menjadi si tukang bully.
Namun, ada beberapa faktor yang harus dikenali kenapa munculnya perilaku tersebut. Penasaran? Yuk simak!
Pola Asuh dalam Keluarga

Setiap orang tua memiliki pola asuh yang berbeda-beda. Ada anak yang berasal dari asuhan permisif atau bahkan otoriter. Feeners mungkin pernah mendengar istilah “tarik ulur”.
Nah, istilah tersebut bisa dikaitkan dengan pola asuhan yang permisif. Maksudnya, orang tua memberikan kebebasan kepada sang anak namun masih dalam batas wajarnya. Ketika anak sudah terlihat melenceng, orang tua mulai untuk waspada dan mengambil tindakan yang tepat.
Sangat berbeda dengan pola asuhan otoriter. Anak akan hidup dibawah tekanan kedua orang tuanya. Setiap melakukan suatu tindakan, anak akan diperintahkan oleh orang tua.
Apalagi ketika perlakuan ini dibiasakan sedari kecil. Disinilah letak permasalahannya, karna seiring bertambahnya usia maka akan terbentuk karakter anak yang keras.
Sehingga anak memiliki mindset, “ketika di rumah aku dilarang ini itu oleh ayah bunda, berarti kalau di luar bebas dong mau melakukan apa saja.” Bahkan tindakan bullying bisa dihalalkan sebagai tujuan untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan jati diri sebenarnya.
Kurang Perhatian

Berbeda dengan point pertama tadi. Disini anak merasa kesepian karna diacuhkan oleh kedua orang tuanya. Mungkin karena kesibukan orang tua, memicu si anak melakukan tindakan bullying untuk menarik perhatian mereka.
Akan tetapi, tidak semua anak yang memilih untuk melakukan bullying ada juga mereka menunjukkan dengan prestasi. Sebab, karakter seorang anak akan terbentuk dari bagaimana orang tua memperlakukan anak dan memberikan kasih sayang semestinya.
So, kamu bisa untuk mencari teman bercerita agar tidak merasa kesepian. Atau melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, agar produktif. Buktikan kamu bisa kuat dan berprestasi. Jangan coba-coba mengenal bullying ya.
Lingkungan

Manusia pastinya akan hidup berdampingan dengan orang lain. Untuk itu, karakter dan kebiasaan juga terbentuk dari lingkungan. Apabila orang-orang disekitarmu tidak berkomentar dengan tindakan bullying, maka ini akan terus berkembang dan bahkan menjadi hal yang biasa saja.
Begitupun dalam berteman, memang harus selektif dalam memilih. Bukan berarti membedakan kasta atau sebagainya, namun pilih teman bergaul yang memberikan aura positif kepada kita.
Seperti pepatah, “apabila berteman dengan pedagang parfum, kita juga akan ikut wangi. Dan apabila berteman dengan maling, kita juga akan ikut menjadi maling.”
Tetap semangat ya feeners, jadikan kesalahan-kesalahan yang terlewat sebagai pelajaran. Dan jadilah lebih baik, tetap jaga kesehatan ya! See you!







