Berita

Jakarta Berpolusi Parah: Warga Wajib Masker, Pemprov Kejar Solusi!

77
×

Jakarta Berpolusi Parah: Warga Wajib Masker, Pemprov Kejar Solusi!

Sebarkan artikel ini
kualitas-udara-jakarta-saat-mulai-ditinggal-mudik
kualitas udara jakarta saat mulai ditinggal mudik

Jakarta – Kualitas udara Jakarta dinyatakan tidak sehat pada Rabu (18/3) pagi. Warga diimbau untuk memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

Data dari IQAir pukul 05.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) Jakarta berada di angka 151.

Konsentrasi polutan PM2,5 mencapai 56 mikrogram per meter kubik.

Angka ini 21 kali lipat lebih tinggi dari ambang batas yang ditetapkan WHO.

PM2,5 adalah partikel halus berbahaya yang berasal dari debu, asap, dan jelaga. Partikel ini dapat mengganggu saluran pernapasan.

Paparan jangka panjang terhadap PM2,5 meningkatkan risiko kematian dini, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung dan paru-paru.

Masyarakat disarankan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.

Tutup jendela dan gunakan penyaring udara jika memungkinkan.

Kualitas udara Jakarta menduduki peringkat kelima terburuk secara nasional.

Tangerang Selatan menjadi wilayah dengan kualitas udara terburuk, dengan indeks mencapai 189.

Serpong (184), Bandung (170), dan Bekasi (156) menyusul di belakangnya.

Pemprov DKI Jakarta tengah mengevaluasi Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU).

Evaluasi ini mencakup tren PM2,5, sumber emisi, serta dampaknya bagi kesehatan dan lingkungan.

Pengendalian pencemaran udara membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan wilayah.

Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, menekankan pentingnya data dalam SPPU.

“Dengan penguatan strategi, evaluasi berbasis data, dan kolaborasi lintas daerah, upaya pengendalian pencemaran udara diharapkan lebih terarah dan berdampak nyata bagi kesehatan masyarakat serta kualitas lingkungan Jakarta,” ujar Dudi.