Berita

IPDN Evaluasi Sistem Pendidikan Usai Calon Praja Meninggal

111
×

IPDN Evaluasi Sistem Pendidikan Usai Calon Praja Meninggal

Sebarkan artikel ini
mensesneg-bakal-tanya-mendagri-soal-kematian-calon-praja-ipdn-asal-maluku
mensesneg bakal tanya mendagri soal kematian calon praja ipdn asal maluku

Jakarta – Kabar duka menyelimuti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Seorang calon praja asal Maluku Utara, Maulana Izzat Nurhadi, meninggal dunia usai mengikuti apel malam.

Pemerintah pusat langsung merespons kejadian ini.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan akan meminta konfirmasi kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait penyebab kematian calon praja angkatan XXXVI tersebut.

“Saya belum menerima laporan dari Pak Mendagri. Nanti kami coba akan konfirmasikan,” ujar Prasetyo di Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Prasetyo menambahkan, insiden ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk mengevaluasi sistem pendidikan di IPDN.

“Kejadian-kejadian seperti itu kan sudah terjadi beberapa kali dan itu sekali lagi menjadi salah satu pekerjaan rumah kita bersama-sama yang seharusnya di lembaga-lembaga pendidikan kita harus memperbaiki proses dan ya apa namanya kebiasaan-kebiasaan atau mungkin tradisi-tradisi mendidik yang kurang tepat,” tegasnya.

Wakil Rektor Bidang Administrasi IPDN, Arief M Edie, mengungkapkan bahwa Maulana diduga pingsan saat apel malam.

“Iya betul meninggal dunia. Jatuh pingsan kemarin malam saat apel malam,” kata Arief di Bandung.

IPDN saat ini tengah menggelar Pendidikan Dasar Mental dan Disiplin Calon Praja Pratama (Diksarmendispra) bagi 1.509 calon praja, yang berlangsung dari 30 September hingga 14 Oktober 2025.

Program ini bertujuan membentuk karakter dan disiplin melalui pelatihan fisik, mental, wawasan kebangsaan, dan bela negara.

Saat ini, pihak IPDN fokus pada pemulangan jenazah Maulana ke rumah duka di Ternate, Maluku Utara.