Ecozone

Investor Asing Lepas Saham Perbankan, BBCA Sentuh Level Terendah Baru

8
×

Investor Asing Lepas Saham Perbankan, BBCA Sentuh Level Terendah Baru

Sebarkan artikel ini
04d8eacc037574d31a8bc15bc68087e9.jpg
04d8eacc037574d31a8bc15bc68087e9.jpg

Jakarta – Aksi jual masif oleh investor asing menjadi sentimen utama yang menekan kinerja saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big banks) di Bursa Efek Indonesia sepanjang pekan lalu. Tekanan tersebut menyebabkan harga saham emiten perbankan papan atas kompak terkoreksi di pasar modal.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan penurunan paling dalam di antara jajaran bank besar lainnya. Pada perdagangan Jumat (29/5/2026), saham BBCA merosot 4,6% ke level Rp 5.700 per lembar, menyentuh titik terendah sejak 1 Oktober 2021.

Secara akumulatif dalam periode 25-29 Mei 2026, investor asing membukukan nilai jual bersih atau net sell pada saham BBCA mencapai Rp 2,3 triliun. Khusus pada perdagangan hari Jumat saja, aksi lepas saham oleh asing pada BBCA tercatat sebesar Rp 2 triliun.

Selain BBCA, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga mengalami tekanan jual yang signifikan. Harga saham BBRI terkoreksi 3,91% ke level Rp 2.950 per saham pada Jumat lalu, dengan total net sell asing selama sepekan mencapai Rp 888,3 miliar.

Kinerja serupa dialami PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang melemah 3,65% ke posisi Rp 3.700 per saham. Sepanjang pekan lalu, asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 201,5 miliar pada saham bank pelat merah tersebut.

Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan penurunan paling minim dibandingkan bank besar lainnya. Saham BMRI melemah 1,21% ke level Rp 4.080 per saham pada akhir pekan, dengan total net sell asing dalam sepekan sebesar Rp 907,9 miliar.

Dominasi investor asing dalam melakukan aksi jual menjadi faktor utama yang memicu tren pelemahan harga saham perbankan di pasar. Kondisi ini menempatkan saham sektor perbankan sebagai aset yang paling banyak dilepas oleh pelaku pasar asing selama periode perdagangan tersebut.

53bcaad43a82b04a8e809711c21fcc22.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan penurunan laba bersih sepanjang kuartal I tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis akhir pekan lalu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 4,34 triliun, menurun 21,8% secara tahunan. Ini sejalan dengan laba periode berjalan turun sebesar 17,57% secara year on year (yoy) menjadi Rp 6,05 triliun. Penurunan laba bersih…

96e5f6266300f6b20a72f06e6f1dccb5.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,05% di level 6.127,38 pada Jumat (29/5/2026). Dalam sepekan, IHSG tercatat melemah 0,56%. Analis memperkirakan IHSG masih berpotensi terkoreksi pada pekan depan. Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG masih berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan pekan depan dengan level support di 6.071 dan resistance di 6.262. “Untuk sepekan ke…

8d67b2bfab30584a2c18622d6fb22019.jpg
Ecozone

Antusiasme investor terhadap SpaceX kembali memanas setelah berbagai laporan mengindikasikan bahwa perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut akan segera melantai di bursa saham melalui initial public offering (IPO). Bahkan, proses IPO disebut bisa berlangsung secepat bulan depan atau setidaknya pada musim panas tahun ini. Kabar tersebut langsun…

1d1b9748518db41873324ef4ab945363.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Kinerja PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) pada tahun buku 2025 dinilai menunjukkan pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan. Perseroan mencatat lonjakan pendapatan sebesar 62,1% secara tahunan menjadi Rp 577 miliar, serta berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih sekitar Rp65 miliar. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie menilai, pertumbuhan tersebut bukan sekadar faktor sementara, melainkan ditopang oleh perbaikan…

3f4262e6117b1742c69b3e17e7c31748.jpg
Ecozone

Fenesia – NEW YORK. Investor diproyeksi akan mengalihkan fokus ke pembaruan pasar tenaga kerja yang penting pekan depan saat mereka mempertimbangkan apakah inflasi yang memanas dan potensi kenaikan suku bunga dapat menggagalkan reli di pasar saham AS. Hasil Broadcom juga menjadi ujian bagi perdagangan AI di minggu mendatang. Mengutip Reuters, Sabtu (30/5/2026), pekan ini, indeks ekuitas AS melanjutkan kenaikannya, dengan indeks acuan S&P…