Ecozone

IHSG Berpotensi Terkoreksi, Simak Rekomendasi Saham untuk Pekan Depan

14
×

IHSG Berpotensi Terkoreksi, Simak Rekomendasi Saham untuk Pekan Depan

Sebarkan artikel ini
96e5f6266300f6b20a72f06e6f1dccb5.jpg
96e5f6266300f6b20a72f06e6f1dccb5.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pekan ini dengan pelemahan tipis sebesar 0,05% ke level 6.127,38 pada Jumat (29/5/2026). Secara akumulatif, indeks tercatat mengalami koreksi sebesar 0,56% dalam kurun waktu satu pekan terakhir.

Para analis memproyeksikan IHSG masih akan diwarnai tekanan pada pekan depan. Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan indeks akan bergerak dengan level support di 6.071 dan resistance di 6.262.

Investor diminta untuk tetap mewaspadai sejumlah agenda ekonomi penting pada pekan depan. Beberapa di antaranya meliputi rilis data PMI China, data tenaga kerja Amerika Serikat, data inflasi domestik, serta perkembangan terkait negosiasi gencatan senjata 60 hari.

Di sisi lain, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang memiliki pandangan berbeda dengan memprediksi pergerakan IHSG cenderung mendatar atau sideways. Secara teknikal, ia melihat indikator stochastic RSI yang mulai berbalik ke arah pivot serta penyempitan histogram negatif MACD.

Alrich memproyeksikan IHSG akan bergerak pada kisaran 6.000 hingga 6.300. Beberapa saham yang direkomendasikan untuk dicermati pelaku pasar pada pekan depan meliputi DEWA di rentang harga Rp 384-Rp 412, UNTR pada kisaran Rp 24.225-Rp 25.250, serta UNVR di level Rp 1.805-Rp 2.000.

Adapun pelemahan yang terjadi sepanjang pekan ini, menurut Herditya, dipicu oleh kombinasi faktor domestik dan eksternal. Sentimen yang menekan indeks antara lain hari perdagangan yang relatif singkat, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, proses rebalancing MSCI, hingga kekhawatiran pasar terhadap negosiasi AS-Iran.

Tekanan pada nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp 17.881 per dolar AS di pasar spot memang menjadi beban bagi pergerakan indeks. Meski demikian, Alrich menilai koreksi yang terjadi tidak terlalu dalam karena proses rebalancing MSCI telah diantisipasi lebih awal oleh para investor.

Secara sektoral, pelemahan terdalam dialami oleh saham sektor kesehatan. Sebaliknya, sektor infrastruktur berhasil mencatatkan penguatan paling signifikan di tengah dinamika pasar yang masih dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik global.

8d67b2bfab30584a2c18622d6fb22019.jpg
Ecozone

Antusiasme investor terhadap SpaceX kembali memanas setelah berbagai laporan mengindikasikan bahwa perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut akan segera melantai di bursa saham melalui initial public offering (IPO). Bahkan, proses IPO disebut bisa berlangsung secepat bulan depan atau setidaknya pada musim panas tahun ini. Kabar tersebut langsun…

1d1b9748518db41873324ef4ab945363.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Kinerja PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) pada tahun buku 2025 dinilai menunjukkan pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan. Perseroan mencatat lonjakan pendapatan sebesar 62,1% secara tahunan menjadi Rp 577 miliar, serta berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih sekitar Rp65 miliar. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie menilai, pertumbuhan tersebut bukan sekadar faktor sementara, melainkan ditopang oleh perbaikan…

3f4262e6117b1742c69b3e17e7c31748.jpg
Ecozone

Fenesia – NEW YORK. Investor diproyeksi akan mengalihkan fokus ke pembaruan pasar tenaga kerja yang penting pekan depan saat mereka mempertimbangkan apakah inflasi yang memanas dan potensi kenaikan suku bunga dapat menggagalkan reli di pasar saham AS. Hasil Broadcom juga menjadi ujian bagi perdagangan AI di minggu mendatang. Mengutip Reuters, Sabtu (30/5/2026), pekan ini, indeks ekuitas AS melanjutkan kenaikannya, dengan indeks acuan S&P…