Ecozone

Laba Telkom Turun 21,8 Persen Meski Pendapatan Meningkat Kuartal I 2026

13
×

Laba Telkom Turun 21,8 Persen Meski Pendapatan Meningkat Kuartal I 2026

Sebarkan artikel ini
53bcaad43a82b04a8e809711c21fcc22.jpg
53bcaad43a82b04a8e809711c21fcc22.jpg

Jakarta – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan koreksi laba bersih pada kuartal I-2026 sebesar 21,8% secara tahunan (year on year/yoy). Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 4,34 triliun.

Penurunan profitabilitas ini terjadi meskipun perusahaan sebenarnya berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 1,5% menjadi Rp 37,19 triliun. Tekanan pada laba bersih dipicu oleh tingginya biaya dan beban operasional yang harus ditanggung perseroan selama periode tersebut.

Laba periode berjalan Telkom ikut tergerus 17,57% secara tahunan menjadi Rp 6,05 triliun. Sementara itu, beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi tercatat turun 15,4% menjadi Rp 11,09 triliun.

Kondisi tersebut berdampak pada penurunan laba usaha perusahaan sebesar 12,19% menjadi Rp 8,93 triliun. Adapun laba sebelum pajak penghasilan juga mengalami kontraksi sebesar 11% secara tahunan menjadi Rp 8,25 triliun.

Di sisi lain, posisi neraca keuangan Telkom tetap terjaga dengan kenaikan aset tipis sebesar 0,76% menjadi Rp 289,96 triliun dibandingkan akhir tahun 2025. Kas dan setara kas perseroan juga meningkat 9,69% menjadi Rp 37,55 triliun per 31 Maret 2026.

Penguatan sisi aset ditopang oleh pertumbuhan ekuitas sebesar 3,5% menjadi Rp 155,81 triliun. Sebaliknya, posisi liabilitas perusahaan berhasil ditekan turun sebesar 2,24% menjadi Rp 134,14 triliun.

Terkait kinerja saham di pasar modal, pada perdagangan Jumat (29/5/2026), saham TLKM ditutup melemah 1,94% di level Rp 3.030 per lembar. Meski demikian, jika ditarik dalam rentang satu bulan terakhir, saham emiten telekomunikasi pelat merah ini masih mencatatkan kenaikan sebesar 7,83%.

96e5f6266300f6b20a72f06e6f1dccb5.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,05% di level 6.127,38 pada Jumat (29/5/2026). Dalam sepekan, IHSG tercatat melemah 0,56%. Analis memperkirakan IHSG masih berpotensi terkoreksi pada pekan depan. Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG masih berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan pekan depan dengan level support di 6.071 dan resistance di 6.262. “Untuk sepekan ke…

8d67b2bfab30584a2c18622d6fb22019.jpg
Ecozone

Antusiasme investor terhadap SpaceX kembali memanas setelah berbagai laporan mengindikasikan bahwa perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut akan segera melantai di bursa saham melalui initial public offering (IPO). Bahkan, proses IPO disebut bisa berlangsung secepat bulan depan atau setidaknya pada musim panas tahun ini. Kabar tersebut langsun…

1d1b9748518db41873324ef4ab945363.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Kinerja PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) pada tahun buku 2025 dinilai menunjukkan pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan. Perseroan mencatat lonjakan pendapatan sebesar 62,1% secara tahunan menjadi Rp 577 miliar, serta berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih sekitar Rp65 miliar. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie menilai, pertumbuhan tersebut bukan sekadar faktor sementara, melainkan ditopang oleh perbaikan…

3f4262e6117b1742c69b3e17e7c31748.jpg
Ecozone

Fenesia – NEW YORK. Investor diproyeksi akan mengalihkan fokus ke pembaruan pasar tenaga kerja yang penting pekan depan saat mereka mempertimbangkan apakah inflasi yang memanas dan potensi kenaikan suku bunga dapat menggagalkan reli di pasar saham AS. Hasil Broadcom juga menjadi ujian bagi perdagangan AI di minggu mendatang. Mengutip Reuters, Sabtu (30/5/2026), pekan ini, indeks ekuitas AS melanjutkan kenaikannya, dengan indeks acuan S&P…