BeritaEcozone

SpaceX Garap Proyek Satelit Pelacak Rudal AS Senilai Rp74,1 Triliun

12
×

SpaceX Garap Proyek Satelit Pelacak Rudal AS Senilai Rp74,1 Triliun

Sebarkan artikel ini
spacex-dapat-kontrak-rp74,1-t-rancang-satelit-pelindung-ancaman-udara
spacex dapat kontrak rp74,1 t rancang satelit pelindung ancaman udara

Jakarta – Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (U.S. Space Force) resmi menunjuk SpaceX, perusahaan milik Elon Musk, untuk menggarap proyek satelit pelacak dan penarget ancaman udara. Kontrak kerja sama tersebut bernilai 4,16 miliar dolar AS atau setara dengan Rp74,1 triliun.

Program ini mengandalkan teknologi Space-Based Advanced Moving Target Indicator (SB-AMTI). Sistem tersebut dirancang sebagai jaringan terintegrasi yang menggabungkan sensor ruang angkasa, tautan komunikasi aman, serta pemrosesan data di darat untuk meningkatkan koordinasi pertahanan.

Teknologi ini merupakan bagian integral dari sistem pertahanan rudal “Golden Dome” yang menjadi prioritas pemerintahan Trump. Satelit dari program ini akan difungsikan untuk mendeteksi dan melacak pergerakan rudal musuh secara lebih akurat.

Inisiatif Golden Dome sendiri mencakup perluasan jangkauan pencegat berbasis darat, sistem komando, hingga mitigasi ancaman udara, termasuk potensi persenjataan yang berada di orbit.

Pihak Angkatan Luar Angkasa AS mengonfirmasi bahwa SpaceX bertindak sebagai salah satu vendor utama dalam kelompok SB-AMTI. Otoritas terkait juga menegaskan akan membuka peluang kontrak lanjutan bagi perusahaan lain di masa depan.

“Penghargaan awal ini diproyeksikan untuk mengerahkan konstelasi satelit pada 2028, memberikan kemampuan awal kepada Pasukan Gabungan untuk menghilangkan titik buta operasional,” demikian pernyataan resmi yang dikutip Reuters.

Sebelumnya, pada awal pekan ini, SpaceX juga telah menerima kontrak terpisah senilai 2,29 miliar dolar AS dari Angkatan Luar Angkasa AS. Dana tersebut ditujukan untuk membangun jaringan komunikasi satelit berkecepatan tinggi guna menghubungkan sensor militer dan platform senjata secara global.

Saat ini, anggaran untuk perisai pertahanan rudal Golden Dome tercatat telah meningkat menjadi 185 miliar dolar AS. Kenaikan sebesar 10 miliar dolar AS tersebut dilakukan sebagai langkah percepatan akselerasi kemampuan operasional berbasis ruang angkasa.

8d67b2bfab30584a2c18622d6fb22019.jpg
Ecozone

Antusiasme investor terhadap SpaceX kembali memanas setelah berbagai laporan mengindikasikan bahwa perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut akan segera melantai di bursa saham melalui initial public offering (IPO). Bahkan, proses IPO disebut bisa berlangsung secepat bulan depan atau setidaknya pada musim panas tahun ini. Kabar tersebut langsun…

1d1b9748518db41873324ef4ab945363.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Kinerja PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) pada tahun buku 2025 dinilai menunjukkan pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan. Perseroan mencatat lonjakan pendapatan sebesar 62,1% secara tahunan menjadi Rp 577 miliar, serta berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih sekitar Rp65 miliar. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie menilai, pertumbuhan tersebut bukan sekadar faktor sementara, melainkan ditopang oleh perbaikan…

3f4262e6117b1742c69b3e17e7c31748.jpg
Ecozone

Fenesia – NEW YORK. Investor diproyeksi akan mengalihkan fokus ke pembaruan pasar tenaga kerja yang penting pekan depan saat mereka mempertimbangkan apakah inflasi yang memanas dan potensi kenaikan suku bunga dapat menggagalkan reli di pasar saham AS. Hasil Broadcom juga menjadi ujian bagi perdagangan AI di minggu mendatang. Mengutip Reuters, Sabtu (30/5/2026), pekan ini, indeks ekuitas AS melanjutkan kenaikannya, dengan indeks acuan S&P…