News

Intip AWAV, Kendaraan Lapis Baja Amfibi Thailand Incaran Prabowo

22
×

Intip AWAV, Kendaraan Lapis Baja Amfibi Thailand Incaran Prabowo

Sebarkan artikel ini
Kendaraan lapis baja amfibi AWAV 8x8 buatan Thailand yang ditawarkan kepada Korps Marinir Indonesia.
Thailand menawarkan 36 unit kendaraan lapis baja amfibi AWAV 8x8 untuk Korps Marinir Indonesia.

Jakarta – Pemerintah Thailand melalui Perdana Menteri Anutin Charnvirakul menawarkan 36 unit kendaraan lapis baja amfibi AWAV 8×8 kepada Korps Marinir Indonesia dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (3/8/2026).

Dilansir dari laporan media, tawaran tersebut bertujuan untuk memperluas kerja sama strategis di bidang industri pertahanan antara kedua negara di kawasan Asia Tenggara.

“Saya mengusulkan agar kita memperluas kerja sama di bidang industri pertahanan dan Thailand siap memasok 36 kendaraan lapis baja amfibi atau AWAV untuk Korps Marinir Indonesia,” kata Anutin Charnvirakul.

Perdana Menteri Anutin menambahkan bahwa kendaraan tersebut telah menjadi bagian dari armada aktif Korps Marinir Kerajaan Thailand.

“Model ini saat ini aktif dalam dinas di Korps Marinir Kerajaan Thailand dan saya sangat berterima kasih karena Anda memberi kami kesempatan ini agar produk kami digunakan di negara Anda,” ujarnya.

Meskipun tidak disebutkan secara spesifik dalam pertemuan, kendaraan yang dimaksud diyakini sebagai Chaiseri First Win AWAV 8×8 produksi Chaiseri Metal & Rubber Co., Ltd.

Kendaraan ini dirancang dengan konfigurasi delapan roda penggerak yang memberikan fleksibilitas tinggi untuk membawa muatan berat di berbagai medan operasi, termasuk lingkungan amfibi.

Dari sisi spesifikasi teknis, kendaraan ini memiliki panjang sekitar 9.200 mm dengan berat maksimum mencapai 25.700 kg.

Sistem perlindungan kendaraan ini memenuhi standar STANAG 4569 Level 2 untuk balistik dan Level 3b untuk perlindungan terhadap ranjau.

Performa kendaraan didukung oleh mesin diesel berkekuatan 711 HP yang mampu mencapai kecepatan maksimum 110 km/jam di darat dan 13 km/jam di air.

Kapasitas angkut kendaraan ini mampu menampung hingga 14 personel yang terdiri dari tiga awak dan 11 pasukan tempur.

Dikutip dari The Nation, Angkatan Laut Thailand sebelumnya telah mengoperasikan tujuh unit kendaraan ini yang diserahterimakan pada September 2024.

Pemerintah Thailand juga telah memesan tujuh unit tambahan dengan nilai kontrak mencapai 504 juta Baht untuk memperkuat pertahanan maritim nasional mereka.

Keunggulan utama AWAV 8×8 terletak pada penggunaan komponen lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri minimal sebesar 40 persen.

Strategi produksi mandiri ini diklaim mampu memperkuat rantai pasok industri pertahanan domestik Thailand sekaligus meminimalisir ketergantungan pada impor alutsista dari luar negeri.

Selain Indonesia, Filipina telah resmi menjadi negara pertama yang memesan lima unit kendaraan ini melalui kontrak senilai Rp 115 miliar pada Juni 2026.

Seluruh unit pesanan Filipina tersebut dijadwalkan untuk proses pengiriman pada tahun 2027 mendatang.Intip AWAV, Kendaraan Lapis Baja Amfibi Thailand Incaran Prabowo

Gedung Polda Metro Jaya yang menjadi lokasi penyelidikan kasus dugaan eksploitasi anak oleh YouTuber Bigmo.
News

Ringkasan Berita: Polda Metro Jaya menyelidiki aduan dugaan eksploitasi anak dalam konten live streaming YouTuber Muhammad Jannah alias Bigmo. Laporan dibuat sejumlah advokat terkait dugaan pelibatan anak dalam promosi liquid vape melalui siaran langsung di YouTube. Komdigi telah menegur YouTube terkait konten yang diduga melibatkan anak dan meminta penguatan moderasi platform digital. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Direktorat Perlindungan Perempuan…