Berita

Intensitas Hujan di Jateng Naik, Pertanda Akhir Kemarau 2025?

85
×

Intensitas Hujan di Jateng Naik, Pertanda Akhir Kemarau 2025?

Sebarkan artikel ini
2eab5a7a699d690071cde8731b256f88.jpg
2eab5a7a699d690071cde8731b256f88.jpg

Fenesia – Intensitas hujan di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dilaporkan meningkat signifikan pada September 2025, memicu kekhawatiran akan potensi banjir. Peneliti dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin mengonfirmasi pola hujan deras yang meluas dan persisten di sebagian besar wilayah tersebut.

Erma Yulihastin menjelaskan bahwa hujan deras yang meluas di Jateng terjadi dengan pola Mesoscale Convective Complex (MCC). Pola ini menyebabkan hujan akan terus meluas dan persisten. Ia juga memperingatkan masyarakat untuk waspada terhadap banjir di kota-kota padat di Jateng, termasuk Semarang yang mulai diguyur hujan akibat perluasan dari barat. Pernyataan ini disampaikan Erma melalui akun X resminya, @EYulihastin, pada Kamis (11/9/2025).

Warganet lain juga merasakan peningkatan intensitas hujan serupa di berbagai daerah. Salah satunya dari Wonosobo, “Update waktu wonosobo bagian binangun hujan terus,” cuit akun @tele** pada Jumat (5/5/2025). Respons terhadap Erma Yulihastin juga datang dari Tegal, “Kabupaten Tegal hujan deras dini hari hingga pagi tadi Prof,” kata @_rk* pada Kamis (11/9/2025). Warganet lainnya di Kebumen juga melaporkan, “kebumen hujan dari kemaren siang nih belum reda, walopun grimis terang.”

Analis Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jateng Zauyik menjelaskan bahwa beberapa wilayah di Jateng sebenarnya sudah memasuki musim hujan sejak Agustus 2025. Wilayah tersebut meliputi sebagian Cilacap bagian selatan, Kebumen bagian selatan, Purworejo bagian selatan, serta Jawa Tengah bagian tengah seperti Banjarnegara bagian timur, Wonosobo, Temanggung bagian barat, Pekalongan bagian tengah, Batang bagian selatan, dan Kendal bagian selatan.

Untuk wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura) dan Jateng bagian timur, musim hujan baru akan dimulai pada September dan Oktober 2025. Zauyik menegaskan bahwa secara umum awal musim hujan di Jateng maju dibandingkan kondisi normalnya. Faktor yang memengaruhi datangnya musim hujan ini adalah suhu air laut yang masih hangat di wilayah Indonesia dan mulai masuknya Monsun Baratan atau Asia Monsun. Sementara itu, faktor ENSO dan IOD masih dalam kondisi normal.

BMKG memprediksi sifat musim hujan secara umum akan normal hingga di atas normal, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Dikutip dari laman resmi BMKG Jateng, beberapa wilayah berpotensi mengalami sifat musim hujan di atas normal pada September 2025, meliputi:

  • Kota Tegal
  • Kota Pekalongan
  • Kota Surakarta
  • Kabupaten Brebes
  • Kabupaten Tegal
  • Kabupaten Pemalang
  • Kabupaten Banyumas
  • Kabupaten Purbalingga
  • Kabupaten Kebumen
  • Kabupaten Purworejo
  • Kabupaten Klaten
  • Kabupaten Sukoharjo
  • Kabupaten Kudus
  • Kabupaten Karanganyar
  • Kabupaten Wonogiri
  • Sebagian besar wilayah Kabupaten Brebes
  • Sebagian besar wilayah Kabupaten Pekalongan
  • Kabupaten Batang
  • Kabupaten Wonosobo
  • Kabupaten Kendal
  • Kabupaten Magelang
  • Kabupaten Boyolali
  • Kabupaten Sragen
  • Kabupaten Jepara
  • Kabupaten Pati
  • Sebagian wilayah Kota Semarang
  • Sebagian wilayah Kota Salatiga
  • Sebagian wilayah Kabupaten Semarang
  • Kabupaten Banjarnegara
  • Kabupaten Cilacap
  • Kabupaten Temanggung
  • Kabupaten Demak
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Grobogan
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Rembang
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Blora.

Selain itu, beberapa wilayah lain diprediksi akan mengalami sifat hujan normal, yakni:

  • Sebagian besar wilayah Kabupaten Grobogan
  • Sebagian besar wilayah Kabupaten Rembang
  • Sebagian besar wilayah Kabupaten Blora
  • Sebagian wilayah Kota Semarang
  • Sebagian wilayah Kota Salatiga
  • Sebagian wilayah Kabupaten Cilacap
  • Sebagian wilayah Kabupaten Banjarnegara
  • Sebagian wilayah Kabupaten Temanggung
  • Sebagian wilayah Kabupaten Semarang
  • Sebagian wilayah Kabupaten Demak
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Brebes
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Pekalongan
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Wonosobo
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Kendal
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Temanggung
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Magelang
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Jepara
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Pati
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Boyolali
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Sragen.