Berita

IKN Nusantara: Media Asing Soroti Proyek Kota Ambisius

130
×

IKN Nusantara: Media Asing Soroti Proyek Kota Ambisius

Sebarkan artikel ini
media-as-sebut-ikn-sebagai-model-kota-masa-depan
media as sebut ikn sebagai model kota masa depan

Jakarta – Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menuai perhatian dunia. Media internasional asal Amerika Serikat, The World, bahkan menyebut IKN sebagai proyek kota paling visioner dan ambisius saat ini.

Dalam laporan terbarunya, The World menyoroti potensi IKN sebagai model kota masa depan. Kota ini dinilai mampu menggabungkan teknologi modern, keberlanjutan lingkungan, dan ketahanan iklim.

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyatakan, Nusantara mengusung visi besar sebagai kota masa depan yang modern dan berkelanjutan.

Pada 2045, IKN ditargetkan menjadi kota tanpa emisi karbon dengan luas dua kali lipat New York.

Pemerintah menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan di IKN. Penggunaan energi surya, transportasi publik listrik, dan sistem mobilitas rendah emisi menjadi prioritas.

Inovasi teknologi menjadi kunci pengembangan IKN. Sistem tata kota berbasis kecerdasan buatan (AI), teknologi biometrik untuk keamanan, hingga rencana taksi terbang otonom akan diterapkan.

Teknologi futuristik ini diharapkan menjadikan Nusantara sebagai kota termodern di Asia Tenggara dalam dua dekade mendatang.

Pembangunan IKN di Kalimantan juga menjadi langkah strategis menghadapi risiko iklim dan kerentanan Jakarta.

Lokasi IKN dipilih karena minim risiko gempa, gunung berapi, dan banjir. Pembangunan dari nol memungkinkan penataan kota modern yang terukur, adaptif, dan berbasis riset.

Saat ini, kawasan inti IKN masih dalam tahap konstruksi dengan akses terbatas.

Penghuni awal didominasi ASN muda, khususnya Gen Z, yang tinggal di hunian vertikal dan menjadi pionir kehidupan sosial baru.

“Generasi muda ini ingin memastikan Nusantara tidak mengulang kesalahan tata kota Jakarta dan mampu tampil sebagai ibu kota yang membanggakan di mata dunia,” tulis laporan The World.

Pemerintah menargetkan Nusantara berfungsi penuh sebagai pusat pemerintahan dan politik dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

Pada 2028, Presiden Prabowo Subianto beserta kementerian dan lembaga pusat diharapkan berkantor permanen di Nusantara.

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menegaskan IKN adalah proyek strategis jangka panjang yang memerlukan perhatian dan komitmen penuh.

“Ini bukan sekadar proyek bagi saya! Ini seperti bayi. Jadi kita harus mengelolanya dengan penuh cinta,” ujar Basuki.

Dengan dukungan internasional, kontribusi generasi muda, dan komitmen pemerintah, Nusantara diyakini menjadi simbol transformasi Indonesia menuju negara maju 2045.