Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tertekan di zona merah pada perdagangan awal pekan ini. Senin (1/9/2025), IHSG ditutup melemah 1,21 persen.
IHSG parkir di level 7.736,06, turun dari posisi sebelumnya di 7.830,49.
Sebelumnya, IHSG dibuka lebih rendah dengan penurunan 210,39 poin atau 2,69 persen ke level 7.620,10.
Di tengah pelemahan IHSG, BEI terus berupaya menarik perusahaan BUMN untuk melantai di bursa.
BEI menggandeng Danantara Indonesia untuk merealisasikan Initial Public Offering (IPO) bagi perusahaan-perusahaan pelat merah.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan harapan agar BUMN menjadi contoh bagi perusahaan lain.
“Jadi harapan kita, harapan bursa, ada lighthouse-lighthouse yang nanti berasal dari State Owned Enterprise (BUMN),” kata Nyoman di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Namun, hingga saat ini belum ada perusahaan BUMN yang masuk dalam daftar antrean IPO.
“Saat ini, kalau teman-teman bertanya, belum ada,” ujarnya.
BEI tetap optimistis bahwa kontribusi perusahaan BUMN akan memperdalam pasar modal Indonesia di masa depan.
“Kami yakin ke depan kontribusi dari State Owned Enterprise akan dapat membantu market deepening dari pasar modal Indonesia,” pungkas Nyoman.







