Ecozone

IHSG Sesi Pertama Jumat Melemah, Saham Tambang Jadi Beban LQ45

99
×

IHSG Sesi Pertama Jumat Melemah, Saham Tambang Jadi Beban LQ45

Sebarkan artikel ini
369c44e2d0717357ca5476f97d7a7d07.jpg
369c44e2d0717357ca5476f97d7a7d07.jpg

Jakarta – Tekanan jual pada mayoritas sektor industri menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah pada penutupan perdagangan sesi pertama, Jumat (8/5/2026). Indeks ditutup melemah tipis 5,85 poin atau 0,08% ke level 7.168,46.

Data perdagangan menunjukkan sentimen negatif mendominasi pasar, di mana 398 saham mengalami koreksi, sementara hanya 245 saham yang mampu menguat dan 168 saham lainnya stagnan. Total volume transaksi hingga siang hari ini tercatat mencapai 23,35 miliar saham dengan nilai turnover sebesar Rp 10,79 triliun.

Pelemahan IHSG dipicu oleh kinerja negatif delapan indeks sektoral. Sektor barang baku menjadi penekan utama dengan penurunan 2,90%, disusul sektor transportasi yang melemah 2,85%, serta sektor perindustrian yang terkoreksi 1,54%.

Meski indeks melemah, tiga sektor masih mampu bertahan di zona hijau sebagai penopang pasar. Sektor infrastruktur memimpin penguatan dengan kenaikan 2,15%, diikuti sektor kesehatan sebesar 0,29% dan sektor teknologi sebesar 0,09%.

Di jajaran saham penghuni indeks LQ45, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) memimpin daftar top gainers dengan lonjakan 7,72%. Di posisi berikutnya terdapat PT Indosat Tbk (ISAT) yang naik 4,65% dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang menguat 3,15%.

Sebaliknya, tekanan jual yang cukup dalam terjadi pada PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang mencatatkan penurunan 6,87% sekaligus menjadi top losers. Saham lainnya yang juga tertekan adalah PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan koreksi 5,56% dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang turun 4,69%.