Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan awal pekan, Senin (15/6/2026). Kenaikan indeks didorong oleh sentimen positif global, terutama meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis melalui RTI, IHSG ditutup melesat sebesar 4,12 persen atau bertambah 247 poin. Indeks ditutup pada level 6.254,96 setelah sepanjang hari konsisten bergerak di zona hijau.
Selama sesi perdagangan berlangsung, IHSG sempat menyentuh level terendah di posisi 6.118. Sementara itu, level tertinggi yang berhasil dicapai indeks berada di angka 6.345.
Aktivitas perdagangan di bursa domestik tercatat sangat ramai dengan total volume mencapai 54,61 miliar saham. Nilai transaksi harian yang dibukukan mencapai Rp 30,14 triliun.
Secara keseluruhan, sentimen pasar cenderung sangat positif. Sebanyak 603 saham berhasil mencatatkan penguatan, sementara 125 saham mengalami koreksi, dan 90 saham lainnya bergerak stagnan.
Meskipun indeks mencatatkan kenaikan tajam, investor asing terpantau masih melakukan aksi jual bersih atau net sell. Nilai jual bersih asing di seluruh pasar tercatat sebesar Rp 105,86 miliar.
Kendati demikian, di tengah tren kenaikan indeks tersebut, investor asing tetap melakukan akumulasi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Beberapa saham emiten perbankan dan sektor energi menjadi sasaran utama pembelian asing.
Berikut adalah daftar 10 saham dengan nilai net buy terbesar oleh investor asing pada perdagangan Senin (15/6/2026):
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan net buy sebesar Rp 543,09 miliar. Selanjutnya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan net buy senilai Rp 396,1 miliar.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul dengan nilai net buy Rp 204,84 miliar. Di posisi keempat, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan net buy sebesar Rp 162,72 miliar.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan net buy senilai Rp 90,63 miliar. Sementara itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatatkan net buy sebesar Rp 43,49 miliar.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membukukan net buy sebesar Rp 41,26 miliar. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatatkan net buy sebesar Rp 38,32 miliar.
Daftar tersebut dilengkapi oleh PT Timah Tbk (TINS) dengan nilai net buy sebesar Rp 26,75 miliar. Terakhir, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan net buy sebesar Rp 26,0 miliar.
Kinerja pasar modal domestik yang ditopang oleh sentimen eksternal ini menunjukkan respons pasar yang cukup optimis terhadap stabilitas keamanan di Timur Tengah. Reli ini sekaligus mengonfirmasi daya tarik saham-saham unggulan di Bursa Efek Indonesia bagi para pelaku pasar di tengah fluktuasi indeks yang terjadi di awal pekan.







