Ecozone

IHSG Melemah Dua Hari Beruntun, Investor Asing Borong Saham Ini

12
×

IHSG Melemah Dua Hari Beruntun, Investor Asing Borong Saham Ini

Sebarkan artikel ini
2efa5982583296324ac2cd9869b79a7d.jpg
2efa5982583296324ac2cd9869b79a7d.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan kinerja negatif pada perdagangan Kamis (18/6/2026). Indeks utama bursa domestik ini ditutup melemah sebesar 0,77 persen atau tergerus 48,4 poin ke posisi 6.172,34.

Pelemahan ini menandai tren penurunan selama dua hari berturut-turut. Kondisi pasar yang masih diselimuti sikap waspada dari para pelaku pasar menjadi faktor utama di balik koreksi tersebut. Sentimen utama yang membayangi pergerakan investor saat ini adalah penantian terhadap pengumuman rebalancing indeks MSCI yang mencakup saham-saham di Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, IHSG bergerak dominan di zona merah sepanjang sesi perdagangan. Indeks sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.197, namun tekanan jual yang kuat memaksa IHSG terkoreksi hingga menyentuh level terendah di 6.073,72 sebelum akhirnya menetap di posisi penutupan.

Aktivitas perdagangan pada hari tersebut terpantau cukup tinggi. Total volume saham yang ditransaksikan mencapai 25,70 miliar lembar dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 17,97 triliun.

Secara keseluruhan, sentimen negatif mendominasi papan bursa dengan jumlah saham yang melemah mencapai 419 emiten. Sementara itu, terdapat 258 saham yang berhasil menguat dan 137 saham lainnya ditutup stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.

Tekanan pasar semakin terasa dengan adanya aksi jual bersih (net sell) yang dilakukan oleh investor asing. Tercatat, investor asing melakukan penjualan bersih senilai Rp 111,56 miliar di seluruh pasar. Langkah ini menambah beban bagi IHSG di tengah ketidakpastian arah kebijakan indeks global MSCI yang sedang dinantikan pelaku pasar.

Kendati pasar secara umum mengalami tekanan, sejumlah saham terpantau masih menarik minat investor asing. Aksi beli bersih (net buy) oleh asing tetap terjadi pada beberapa emiten dengan nilai yang cukup signifikan.

Berikut adalah daftar 10 saham dengan nilai net buy asing terbesar pada perdagangan Kamis (18/6/2026):

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatatkan net buy sebesar Rp 789,39 miliar. Di posisi kedua, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyusul dengan nilai Rp 150,89 miliar. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berada di urutan ketiga dengan nilai Rp 106,91 miliar.

Selanjutnya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat net buy Rp 82,64 miliar, diikuti PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp 48,29 miliar, dan PT Timah Tbk (TINS) senilai Rp 33,97 miliar.

Melengkapi daftar tersebut, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan net buy Rp 19,84 miliar. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) sebesar Rp 12,57 miliar, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) sebesar Rp 11,99 miliar, dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebesar Rp 7,9 miliar.

c30cd5b35644cf85c7da4b51e0884238.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – NEW YORK. Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada awal perdagangan Kamis (18/6/2026). Saham teknologi memimpin kenaikan karena optimism tentang kesepakatan perdamaian Timur Tengah mengimbangi kekhawatiran tentang sikap hawkish Federal Reserve di bahwa Kevin Warsh. Mengutip Reuters, pada bel pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 79,3 poin, atau 0,15% menjadi 51.571,85. Indeks S&P 500 naik 67,3 poin,…

f49f84384ebb76525ce02f7cfe6d72c7.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Otonom BPP HIPMI Pasar Modal dan IPO (HIPMI Stocks) berharap jajaran direksi baru PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026–2030 dapat memperkuat pengembangan pasar modal domestik. Ketua HIPMI Stocks Riky Boy Permata mengatakan pergantian kepemimpinan di BEI menjadi momentum untuk meningkatkan peran pasar modal sebagai alternatif pendanaan bagi dunia usaha. “Ini juga menjadi semangat bagi para pengusaha dan…