FeedSport

Honda Adukan Rival Veda, Leopard Racing Siap Lanjutkan Pembelaan Hukum

134
×

Honda Adukan Rival Veda, Leopard Racing Siap Lanjutkan Pembelaan Hukum

Sebarkan artikel ini
4bd44d5ce6dfc499e91cbd3ac468e5ac.jpg
4bd44d5ce6dfc499e91cbd3ac468e5ac.jpg

Jakarta – Tim balap Leopard Racing bersiap membawa kasus sanksi berat pembalapnya, Adrian Fernandez, ke jenjang yang lebih tinggi setelah banding mereka ditolak oleh Steward FIM MotoGP. Fernandez sebelumnya dijatuhi hukuman diskualifikasi dari enam balapan akibat pelanggaran teknis pada mesin Honda NSF250RW yang digunakannya.

Masalah bermula saat pengecekan rutin yang dilakukan oleh Honda menemukan anomali pada segel dua unit mesin milik Fernandez. Berdasarkan regulasi Moto3, tim dilarang keras melakukan modifikasi atau membongkar mesin yang disediakan oleh pabrikan. Setiap mesin yang didistribusikan harus tetap disegel secara ketat untuk menjamin kesetaraan performa.

Steward FIM MotoGP dalam putusannya menyatakan bahwa Leopard Racing gagal memberikan penjelasan meyakinkan mengenai kerusakan segel tersebut. Menurut otoritas balap, kondisi segel yang rusak membuat integritas mesin tidak dapat diverifikasi kembali. Direktur Teknis pun tidak lagi bisa memastikan apakah mesin tersebut masih dalam kondisi standar sesuai regulasi.

Meski Leopard Racing bersikeras tidak ada komponen yang diutak-atik demi meningkatkan performa, otoritas tetap menganggap kerusakan segel sebagai pelanggaran serius. Sistem segel merupakan komponen integral dalam regulasi ketahanan mesin Moto3 untuk memantau alokasi penggunaan mesin setiap pembalap.

Sanksi ini memberikan dampak domino bagi karier Fernandez musim ini. Selain kehilangan poin kejuaraan yang membuat posisinya anjlok dari peringkat ke-3 ke urutan ke-19, kuota mesin Fernandez juga terpangkas drastis. Dua mesin yang bermasalah dianggap sudah menggunakan empat dari total enam jatah mesin per musim.

Dengan hanya menyisakan dua mesin untuk 14 seri balapan tersisa, Fernandez berada dalam posisi terjepit. Jika kehabisan kuota mesin, ia diwajibkan memulai balapan dari pit lane dan menerima penalti waktu lima detik setelah lampu hijau menyala.

Menanggapi penolakan banding ini, Leopard Racing menegaskan akan terus menempuh jalur hukum melalui International Court of Appeal. Tim merasa belum ada bukti konkret yang menunjukkan adanya kecurangan atau keuntungan teknis yang diperoleh, serta mempertanyakan kapan pelanggaran tersebut dianggap terjadi. Mereka menyatakan tetap berkomitmen membuktikan tindakan tim dengan tetap menghormati lembaga olahraga yang berwenang.

irwansyah
FeedSport

Ringkasan Berita: Irwansyah kembali menjadi sorotan berkat kesuksesannya menangani para pemain tunggal India Pekan lalu, pelatih asal Indonesia itu berhasil membawa PV Sindhu menjuarai Japan Open 2026 Super 750 Terbaru, ia mendampingi Ayush Shetty saat mengalahkan Alwi Farhan di babak 32 besar China Open 2026 Super 1000 TRIBUNNEWS.COM – Pelatih bulu tangkis Indonesia, Irwansyah, kembali menjadi sorotan setelah sukses menunjukkan kualitas…

sikat-fluminense,-chelsea-masuk-final-piala-dunia-antarklub-2025
FeedSport

Ringkasan Berita: Chelsea dekati Morgan Rogers. Winger Aston Villa itu dikabarkan segera bergabung ke Stamford Bridge pada bursa transfer musim panas 2026. Lanjutkan pola transfer. Jika resmi direkrut, Rogers menjadi jebolan akademi Manchester City kelima yang diboyong Chelsea setelah Cole Palmer, Romeo Lavia, Liam Delap, dan Jamie Gittens. Chelsea ubah strategi. The Blues kini tak hanya memburu talenta muda, tetapi juga pemain yang siap memberi…