BeritaHistory Of The Day

Hinamatsuri, Hari Perayaan Pertumbuhan Perempuan di Jepang

806
×

Hinamatsuri, Hari Perayaan Pertumbuhan Perempuan di Jepang

Sebarkan artikel ini
Hinamatsuri
Hinamatsuri. Foto: Internet

FENESIA – Hinamatsuri (雛祭り, ひなまつり) atau Hina Matsuri adalah perayaan yang ada di negara Jepaang yang terselenggara setiap tanggal 3 Maret untuk mendoakan pertumbuhan anak perempuan. 

Tradisi ini dilakukan memalui keluarga-keluarga di Jepang yang memiliki anak perempuan memajang satu set boneka yang disebut hinaningyō (雛人形, ひなにんぎょう, boneka festival). Satu set boneka tersebut terdiri dari boneka kaisar, permaisuri, puteri istana (dayang-dayang), dan pemusik istana yang menggambarkan upacara perkawinan tradisional di Jepang.

Pakaian yang dipakai oleh  boneka hinaningyo adalah kimono gaya zaman Heian. Perayaan Hinamatsuri ini sering disebut Festival Boneka atau Festival Anak Perempuan karena berawal permainan boneka di kalangan putri bangsawan yang disebut hiina asobi (bermain boneka puteri).

Walaupun disebut hinamatsuri, perayaan ini merupakan acara keluarga yang terlaksana di rumah, dan hanya dirayakan ileh keluarga yang memiliki anak perempuan. Sebelum hari perayaan tiba, tepatnya pada 3 Maret, anak-anak membantu orang tua mengeluarkan boneka dari kotak penyimpanan untuk dipajang.

Sehari sesudah Hinamatsuri, boneka harus segera disimpan karena dipercaya sudah menyerap roh-roh jahat dan nasib sial. Hidangan istimewa untuk anak perempuan yang merayakan Hinamatsuri antara lain: kue hishimochi, kue hikigiri, makanan ringan hina arare, sup bening dari kaldu ikan tai atau kerang (hamaguri), serta chirashizushi. Minumannya adalah sake putih (shirozake) yang dibuat dari fermentasi beras ketan dengan mirin atau shōchū, dan kōji. Minuman lain yang disajikan adalah sake manis (amazake) yang dibuat dari ampas sake (sakekasu) yang diencerkan dengan air dan dimasak di atas api.

Sejarah dari hinamatsi sendiri adalah sebelum zaman Edo berakhir, orang mengenal boneka yang disebut yūsokubina (boneka pejabat resmi istana). Boneka dipakaikan kimono yang merupakan replika seragam pejabat resmi istana. Prototipe boneka Hinamatsuri yang digunakan di Jepang sekarang adalah kokinbina (translasi literal: boneka zaman dulu).

Perintis kokinbina adalah Hara Shūgetsu yang membuat boneka seakurat mungkin berdasarkan riset literatur sejarah. Boneka yang dihasilkan sangat realistik, termasuk penggunaan gelas untuk mata boneka.

Mulai sekitar akhir zaman Edo hingga awal zaman Meiji, boneka Hinamatsuri yang mulanya hanya terdiri dari sepasang kaisar dan permaisuri berkembang menjadi satu set boneka lengkap berikut boneka puteri istana, pemusik, serta miniatur istana, perabot rumah tangga dan dapur. Sejak itu pula, boneka dipajang di atas dankazari (tangga untuk memajang), dan orang di seluruh Jepang mulai merayakan hinamatsuri secara besar-besaran.

Selain itu, saat ini Hinamatsuri juga merupakan salah satu dari judul film anime yang meruapakn film garapan asal Jepang ini.

Hinamatsuri
Anime Hinamatsuri. Foto: Internet