Berita

Hamas Bebaskan Tujuh Sandera Israel, Gencatan Senjata Gaza Dimulai

92
×

Hamas Bebaskan Tujuh Sandera Israel, Gencatan Senjata Gaza Dimulai

Sebarkan artikel ini
a5b89242181bf07465328dc42c059e55.jpg
a5b89242181bf07465328dc42c059e55.jpg

Gaza – Kelompok bersenjata Palestina Hamas telah membebaskan tujuh sandera Israel pertama yang masih hidup pada Senin (13/10/2025). Pembebasan ini menandai tahap awal dari perjanjian gencatan senjata di Gaza yang dimediasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Kesepakatan tersebut dirancang untuk mengakhiri perang dua tahun di Gaza. Konflik ini telah meluas menjadi isu regional, melibatkan Iran, Yaman, dan Lebanon, serta memperdalam isolasi internasional Israel sekaligus mengubah peta politik di Timur Tengah.

Menurut seorang pejabat yang terlibat dalam operasi, ketujuh sandera itu telah diserahkan kepada Komite Palang Merah Internasional oleh sayap bersenjata Hamas di Gaza.

Proses penyerahan selanjutnya direncanakan mencakup 13 sandera lain yang masih hidup, 28 sandera Israel tambahan, 26 jenazah, serta dua orang yang belum diketahui nasibnya.

Sebagai bagian dari perjanjian, Israel dijadwalkan membebaskan hampir 2.000 tahanan dan narapidana Palestina pada Senin malam.

“Sebanyak 1.966 tahanan menaiki bus dari penjara-penjara Israel dan sebagian besar akan dibebaskan di Rumah Sakit Nasser, Gaza,” ujar pejabat yang sama.

Rekaman video memperlihatkan sekitar selusin pria bersenjata bertopeng berpakaian hitam yang diduga anggota sayap militer Hamas tiba di Rumah Sakit Nasser di Gaza selatan.

Sementara itu, di Israel, warga berkumpul di dekat kamp militer Reim, wilayah yang berdekatan dengan Gaza. Mereka mengibarkan bendera Israel dan menantikan kedatangan para sandera sebelum dibawa ke rumah sakit.

Di Tel Aviv, ratusan orang memenuhi Lapangan Sandera sambil bersorak, mengibarkan bendera, dan membawa poster wajah para sandera.

“Perang telah berakhir,” kata Trump kepada wartawan di pesawat Air Force One saat terbang dari Washington menuju Israel, Minggu (12/10/2025).

Ketika ditanya mengenai prospek perdamaian di kawasan, Trump menjawab, “Saya pikir situasinya akan kembali normal.”

Trump dijadwalkan berpidato di parlemen Israel pada Senin dan akan menerima penghargaan sipil tertinggi Israel akhir tahun ini, menurut Presiden Israel, Isaac Herzog.

Sayap bersenjata Hamas dalam pernyataannya menegaskan komitmen terhadap seluruh ketentuan dan jadwal kesepakatan, selama Israel juga mematuhinya.

Hamas menyebut Israel akhirnya menyetujui gencatan senjata dan pertukaran tawanan setelah gagal membebaskan sandera melalui operasi militer.

Diketahui, perang di Gaza bermula dari serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel dan menyebabkan 251 orang disandera.

Serangan balasan udara dan darat Israel sejak itu telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza serta menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina, menurut pejabat kesehatan setempat.

Kemajuan menuju perdamaian jangka panjang kini bergantung pada komitmen global yang akan dibahas dalam KTT di Sharm el-Sheikh, Mesir. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Trump dan dihadiri lebih dari 20 pemimpin dunia.

Meskipun demikian, sejumlah poin dalam rencana 20 langkah Trump belum disepakati. Pembahasan masih berlanjut mengenai pengaturan pascaperang di Jalur Gaza dan status akhir kelompok Hamas yang menolak tuntutan Israel untuk melucuti senjata.