Berita

Gus Yahya Sowan, Peluk Kiai Sepuh, Lalu Sepakati Muktamar PBNU

142
×

Gus Yahya Sowan, Peluk Kiai Sepuh, Lalu Sepakati Muktamar PBNU

Sebarkan artikel ini
momen-gus-yahya-sungkem-rais-aam-dan-kiai-sepuh-nu-di-pertemuan-lirboyo
momen gus yahya sungkem rais aam dan kiai sepuh nu di pertemuan lirboyo

Kediri – Pertemuan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kamis (25/12), menghasilkan kesepakatan penting. Muktamar akan segera diadakan.

Momen haru mewarnai pertemuan tersebut.

Gus Yahya tampak menghampiri Kiai Miftach, memeluk, dan mencium tangannya.

Ia juga bersalaman dan mencium tangan sejumlah kiai sepuh NU lainnya. Di antaranya KH Ma’ruf Amin, KH Nurul Huda Djazuli, dan KH Anwar Manshur.

Dalam video yang beredar, Gus Yahya bahkan bersimpuh ke KH Nurul Huda Djazuli dan KH Anwar Manshur.

Tangisnya pecah saat mencium tangan dan memeluk KH Nurul Huda Djazuli. Lantunan salawat mengiringi momen tersebut.

Gus Yahya dan Rais Aam sepakat membentuk kepanitiaan bersama untuk menyelenggarakan Muktamar.

Kepanitiaan ini akan membahas waktu, tempat, dan teknis pelaksanaan Muktamar.

“Untuk waktu, tempat, dan teknis pelaksanaan Muktamar akan diputuskan bersama,” demikian bunyi salah satu poin pertemuan.

Kesepakatan ini muncul setelah internal PBNU bergejolak.

Konflik bermula saat Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar merekomendasikan Gus Yahya mundur dari jabatan ketua umum.

Keputusan itu diambil dalam rapat harian Syuriyah PBNU di Hotel Aston Jakarta, Kamis 20 November. Rapat dihadiri 37 dari 53 pengurus harian Syuriyah PBNU.

Syuriyah PBNU kemudian menggelar rapat pleno di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (9/12) malam. Rapat dipimpin Rais Syuriyah PBNU Muhammad Nuh atas mandat Rais Aam KH Miftachul Akhyar.

Pleno memutuskan Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketua Umum PBNU untuk sisa masa jabatan hingga Muktamar 2026.

“Penetapan Penjabat Ketua Umum PBNU masa bakti sisa, yaitu Bapak KH Zulfa Mustofa,” kata Rais Syuriah Muhammad Nuh dalam konferensi pers usai rapat pleno.

Namun, Gus Yahya bersikukuh masih menjabat sebagai ketum dan menolak hasil rapat pleno tersebut.