Jakarta – Seorang guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, bernama Agus Saputra menjadi korban pengeroyokan sejumlah siswa.
Insiden ini viral di media sosial.
Agus bahkan sampai membawa celurit untuk membubarkan siswa usai dikeroyok.
Agus menceritakan kronologi kejadian versi dirinya.
Kejadian bermula pada Selasa (13/1) pagi saat kegiatan belajar berlangsung.
Agus mendengar seorang siswa mengeluarkan kata-kata kasar kepadanya.
“Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas di saat belajar ada guru, dia [siswa] menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar,” kata Agus.
Mendengar ucapan itu, Agus masuk ke kelas dan meminta siswa yang mengucapkan kalimat tersebut mengaku.
Salah satu siswa mengaku, namun malah menantang Agus.
Agus kemudian menampar siswa tersebut.
“Saya masuk ke kelas memanggil siapa yang meneriakkan saya seperti itu. Dia langsung menantang saya, akhir saya refleks menampar muka dia,” ujar Agus.
Agus berdalih tindakannya itu sebagai bentuk pendidikan moral.
Namun, siswa tersebut marah.
Kejadian itu kemudian dimediasi oleh guru lain.
Pihak siswa mengklaim Agus telah menghina salah satu murid dengan perkataan ‘miskin’.
Agus membantah dan menyebut perkataan itu sebagai motivasi.
“Ya, saya melontarkan sebagai motivasi, saya tidak bermaksud mengejek. Saya menceritakan secara umum. Saya mengatakan, ‘Kalau kita kurang mampu, kalau bisa jangan bertingkah macam-macam’,” ucap Agus.
Dalam mediasi, Agus memberi pilihan kepada siswa untuk membuat petisi jika tidak ingin dia mengajar lagi.
Siswa meminta Agus meminta maaf.
Mediasi buntu.
Saat berjalan menuju ruang guru, Agus dikeroyok sejumlah siswa.
“Setelah mediasi itu, saya diajak komite ke kantor. Di saat itulah terjadi pengeroyokan terhadap saya,” ujar Agus.
Agus kemudian mengeluarkan celurit untuk membubarkan siswa.
Usai kejadian, Agus mengadukan persoalan itu ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.
Ia berharap dinas bisa menengahi kejadian ini.
Akibat pengeroyokan itu, Agus mengalami memar di badan dan pipi.







