Berita

BMKG Imbau Warga NTB Hemat Air Antisipasi Ancaman Kekeringan Meluas

12
×

BMKG Imbau Warga NTB Hemat Air Antisipasi Ancaman Kekeringan Meluas

Sebarkan artikel ini
bmkg-ingatkan-masyarakat-akan-potensi-krisis-air-dan-kebakaran
bmkg ingatkan masyarakat akan potensi krisis air dan kebakaran

Mataram – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk segera menghemat penggunaan air bersih guna mengantisipasi ancaman kekeringan meteorologis yang meluas.

Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Cakra Mahasurya, menegaskan bahwa durasi hari tanpa hujan yang panjang menuntut masyarakat lebih bijak dalam mengelola cadangan air.

BMKG saat ini telah menetapkan status waspada kekeringan meteorologis di 10 kecamatan yang tersebar di enam kabupaten.

Wilayah tersebut mencakup Kecamatan Gerung dan Lembar di Lombok Barat, serta Kecamatan Praya Barat dan Pujut di Lombok Tengah.

Status serupa juga berlaku di Kecamatan Jerowaru (Lombok Timur), Kecamatan Lenangguar dan Moyohulu (Sumbawa), Kecamatan Dompu (Dompu), serta Kecamatan Soromandi dan Tambora (Bima).

Data pemantauan curah hujan pada dasarian I Juli 2026 menunjukkan intensitas hujan di NTB berada dalam kategori rendah, yakni hanya 0 hingga 10 milimeter per dasarian.

Pos Hujan Lambu di Kabupaten Bima mencatatkan curah hujan tertinggi dengan angka hanya 5 milimeter per dasarian.

Sementara itu, durasi hari tanpa hujan terpanjang mencapai 53 hari yang terpantau di Pos Hujan Belo dan Pos Hujan Bolo, Bima.

Cakra menjelaskan bahwa seluruh wilayah NTB kini telah memasuki periode puncak musim kemarau yang diperparah oleh fenomena El Nino.

Hasil pemantauan menunjukkan anomali suhu permukaan air laut di wilayah Nino3.4 berada pada indeks +1,69 dan diprediksi akan terus menguat.

Selain itu, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada dalam posisi netral dan berpeluang bergeser ke arah positif hingga Desember 2026.

Selain krisis air, BMKG turut memperingatkan potensi kebakaran hutan, lahan, dan pemukiman akibat kondisi cuaca yang sangat kering.

Masyarakat diharapkan tidak membakar sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan ketat.