Gaza – Otoritas yang dikelola Hamas pada Jumat menyatakan pasukan keamanannya mulai ditempatkan di area-area Jalur Gaza yang ditinggalkan oleh tentara Israel setelah kesepakatan gencatan senjata diberlakukan. Penempatan ini bertujuan memulihkan ketertiban umum dan mengatasi kekacauan akibat perang dua tahun yang menelan banyak korban jiwa serta kerusakan meluas di seluruh wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya, otoritas Hamas turut mengucapkan selamat kepada rakyat Palestina atas tercapainya kesepakatan mengakhiri perang. Mereka menambahkan, pasukan keamanan akan berupaya memulihkan keamanan dan stabilitas, sekaligus mengimbau warga agar bekerja sama serta mematuhi instruksi keselamatan.
Sebelumnya pada hari yang sama, militer Israel mengumumkan gencatan senjata di Gaza mulai berlaku pada tengah hari waktu setempat. Pasukannya juga telah menarik diri ke garis penarikan pertama dari tiga garis yang ditetapkan.
Militer Israel menyatakan pasukannya telah menempatkan diri di sepanjang garis penempatan yang diperbarui. Pasukan di Komando Selatan akan tetap berada di wilayah itu dan siap menindak setiap ancaman yang ada.
Kesepakatan gencatan senjata ini tercapai antara Hamas dan Israel pada Kamis, setelah tiga hari negosiasi intensif. Proses perundingan dimediasi oleh Mesir, Qatar, Turki, dan Amerika Serikat.
Fase pertama dari rencana perdamaian tersebut mencakup penarikan pasukan Israel dari Kota Gaza, wilayah utara, Rafah, dan Khan Younis. Selain itu, lima perlintasan perbatasan akan dibuka untuk jalur masuk bantuan kemanusiaan serta pembebasan para sandera dan tahanan.







