Berita

Gasifikasi Batu Bara Hasilkan DME, Tekan Impor LPG

104
×

Gasifikasi Batu Bara Hasilkan DME, Tekan Impor LPG

Sebarkan artikel ini
bahlil:-proyek-dme-mulai-2026,-solusi-kurangi-impor-lpg-nasional
bahlil: proyek dme mulai 2026, solusi kurangi impor lpg nasional

Jakarta – Pemerintah menargetkan proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) mulai beroperasi pada 2026. Langkah ini diharapkan mampu menekan impor LPG yang selama ini membebani negara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, proyek hilirisasi batu bara menjadi DME menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan impor LPG.

“DME ini merupakan hasil hilirisasi batu bara berkalori rendah, dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan LPG,” kata Bahlil, Senin (27/10/2025).

Bahlil menambahkan, teknologi untuk proyek DME akan berasal dari China atau Eropa. “Dua saja, kalau tidak Eropa, China,” ujarnya.

Proyek ini merupakan satu dari 18 proyek yang telah menyelesaikan konsep dan studi awal kelayakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional.

Saat ini, hasil studi awal kelayakan tersebut sedang dipelajari oleh konsultan untuk finalisasi.

Impor LPG Indonesia saat ini mencapai sekitar 7 juta ton per tahun. Sementara kebutuhan nasional mencapai 8,5 juta ton, namun pasokan domestik hanya sekitar 1,3 juta ton.

Produksi LPG dalam negeri masih terbatas karena perbedaan karakteristik gas alam di Indonesia.

“Kenapa kita tidak bisa membangun industri LPG dalam negeri? Karena posisi gas kita itu kualitasnya C1 dan C2, sementara untuk LPG dibutuhkan C3 dan C4,” jelas Bahlil.

Pemerintah mendorong hilirisasi batu bara menjadi DME sebagai substitusi LPG. Proyek ini dinilai memiliki potensi ekonomi besar karena harga DME lebih murah dibandingkan LPG impor.