FENESIA – Facebook saat ini tidak lagi menyediakan konten berita media lokal ataupun internasional di Australia. Hal ini Facebook umumkan pada Rabu, 17 Februari 2021.
Pengumuman ini dikeluarkan Facebook untuk merespons rancangan undang-undang baru di Australia yang akan memaksa platform teknologi membayar royalti ke penerbit berita atas konten pemberitaan yang ditayangkan.
“Apa yang tidak dikenali usulan undang-undang di Australia yakni sifat fundamental dari hubungan antara platform kami dengan penerbit,” ungkap wakil presiden Facebook untuk kerja sama pemberitaan global, Campbell Brown.
Brown mengatakan, Facebook tidak mencuri konten berita. Penerbit yang dikatakan justru yang memilih Facebook untuk membagikan konten mereka.
“Saya harap kami bisa meliputi berita untuk masyarakat Australia sekali lagi,” ujar Brown.
Facebook dikatakan tengah menghadapi pilihan sulit antara mematuhi usulan undang-undang atau melarang konten berita pada layanannya di Australia. Namun, dengan berat hati mereka memilih untuk menyetop layanan tersebut.
Selama sidang rancangan undang-undang yang digelar sejak Januari oleh senat Australia, Facebook telah memaparkan dapat memblokir konten berita bila itu disahkan. Google dalam sidang tersebut juga mengancam menutup mesin pencarinya dari Australia jika rancangan undang-undang mendapat lampu hijau.
Namun, sebelum Facebook mengumumkan sikapnya memberhentikan berita, Google diketahui telah bergerak mendekati penerbit di Australia untuk memperdalam hubungan mereka.
Google dan kantor berita News Corp (NWS) yang dimiliki konglomerat Rupert Murdoch telagh mengumumkan kontrak selama tiga tahun. Google bakal membayar izin atas konten News Corp yang meliputi Wall Street Journal dan New York Post.
Pertarungan antara penerbit dan platform teknologi telah berlangsung selama bertahun-tahun. Masalah ini semakin menekan platform teknologi setelah pemerintah di Amerika Serikat, Australia, dan lainnya mulai serius menanggapinya.
Robert Thomson, CEO News Corp, berterima kasih pada CEO Google, Sundar Pichai atas komitmen pada jurnalistik yang akan bergaung di Australia. Dia juga menganggap hal ini merupakan kemenangan besar perusahaan pada platform teknologi.
“Ini telah menjadi alasan yang kuat bagi perusahaan kami selama lebih dari satu dekade dan saya bersyukur bahwa syarat pertukaran telah berubah, tidak hanya untuk News Corp, tetapi untuk semua penerbit,” kata Thomson.







