Berita

Ekspor RI Dihantam Tarif AS, Eximbank Sudah Antisipasi dengan Program Ini

48
×

Ekspor RI Dihantam Tarif AS, Eximbank Sudah Antisipasi dengan Program Ini

Sebarkan artikel ini
ekspor-ri-dihantam-tarif-as,-eximbank-sudah-antisipasi-dengan-program-ini
ekspor ri dihantam tarif as, eximbank sudah antisipasi dengan program ini

Labuan Bajo – Sebagai langkah antisipasi terhadap penetapan tarif baru oleh Amerika Serikat (AS) terhadap produk Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Eximbank menyiapkan strategi perluasan pasar ekspor ke negara-negara nontradisional.

Plt Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis LPEI, Maqin U. Norhadi, menjelaskan dalam acara Media Briefing di Labuan Bajo, Kamis (10/7/2025), bahwa program ini telah dirancang sebelum adanya isu tarif dari AS. “Sebelum ada isu tarif Amerika itu, kami sudah mengeluarkan program yang namanya PKE Kawasan. PKE Kawasan itu sebenarnya intinya regional untuk membawa ekspor ke negara non-tradisional,” jelasnya.

Maqin menambahkan, strategi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan ekspor terhadap negara-negara besar. Menurutnya, langkah ini bukan merupakan reaksi spontan terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump, melainkan bagian dari diversifikasi pasar yang telah direncanakan. “Itu sebenarnya adalah opsi Indonesia dalam rangka mengurangi kebergantungan kita terhadap ekspor ke negara besar,” ujarnya pada Kamis (10/7/2025).

Pemerintah AS sendiri telah menetapkan tarif impor sebesar 32 persen untuk seluruh produk asal Indonesia per 1 Agustus 2025. Kebijakan ini diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump melalui surat bertanggal 7 Juli kepada Presiden RI Prabowo Subianto, yang juga diunggah ke media sosial. Tarif ini lebih tinggi dari Malaysia (24 persen) dan setara dengan Thailand (36 persen), dengan alasan Indonesia tidak memiliki basis manufaktur di AS.

Direktur Jenderal Pengelolaan Risiko Keuangan Negara (DJPPR) Kementerian Keuangan, Tony Prianto, menegaskan bahwa strategi perluasan pasar telah berjalan jauh sebelum pengumuman tarif tersebut. “Terkait tarif Trump, ekspor kita ke Amerika pasti terdampak, tetapi memang mitigasinya adalah shifting ke negara-negara tujuan ekspor nontradisional,” katanya.

Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) menjadi instrumen utama dalam perluasan pasar ini. Program ini menyasar kawasan Amerika Latin, Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Eropa Timur. Tony menambahkan, “Di sinilah peran PKE, bagaimana kita memperluas pasar ekspor tidak hanya ke negara konvensional, tetapi juga nonkonvensional.”

PKE menggunakan skema National Interest Account (NIA) yang memungkinkan pembiayaan dan proteksi asuransi bagi eksportir. Skema ini menjangkau produk-produk potensial yang belum layak dibiayai bank karena risiko tinggi. Tony menjelaskan, “Kalau ekspor ke negara konvensional, infrastruktur dan asuransinya sudah in place. Tapi kalau ke negara seperti Zimbabwe, eksportir masih agak deg-degan, apakah uangnya kembali. Di sini fungsi PKE.”

Hingga Juni 2025, LPEI telah menyalurkan pembiayaan ekspor PKE senilai lebih dari Rp26 triliun. Devisa yang tercipta mencapai Rp66,3 triliun atau sekitar 4,18 juta dolar AS, dengan total ekspor menembus lebih dari 90 negara. Maqin menyatakan, “Program Penugasan Khusus Ekspor merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui Kementerian Keuangan yang disalurkan oleh Indonesia Eximbank untuk mendorong ekspor dan devisa Indonesia.”

Tercatat lebih dari 29 komoditas yang didukung PKE, mulai dari pesawat, kereta api, alat kesehatan, vaksin, produk kimia, hingga makanan olahan. Selain sektor manufaktur, PKE juga menyasar sektor pariwisata.

Di Labuan Bajo, pemerintah membiayai proyek pengembangan kawasan wisata super prioritas, termasuk Hotel Meruorah, marina, dan area komersial. Total nilai pembiayaan mencapai Rp1 triliun melalui skema sindikasi, dengan porsi pemerintah sebesar Rp500 miliar. Maqin menambahkan, “Kawasan Marina Labuan Bajo memiliki potensi dampak pembangunan yang sangat tinggi, terutama melalui kontribusinya dalam peningkatan devisa dari wisatawan mancanegara serta multiplier effect terhadap industri terkait.”

Hotel Meruorah sendiri saat ini telah menggunakan teknologi SWRO (seawater reverse osmosis) untuk pasokan air tawar. Kapasitasnya mencapai 200 ton per hari, jauh melebihi kebutuhan hotel yang hanya 75 ton. Direktur Utama PT Indonesia Ferry Properti, Ferry Snyders, mengatakan, “Air laut dijadikan air tawar. Inilah bisnis yang sustain karena setiap hari, setiap insan butuh air tawar.”

Kajian InterCAFE IPB mencatat bahwa kontribusi PKE Labuan Bajo terhadap PDB nasional mencapai Rp437,3 miliar. Program ini juga menyerap 6.536 tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan rumah tangga hingga Rp1,48 triliun. Di Kabupaten Manggarai Barat, jumlah penduduk bekerja naik jadi 17.332 orang dan angka kemiskinan turun ke 16,74 persen.

Pemerintah memastikan akan terus membuka pasar ekspor baru agar ekspor Indonesia tetap berkelanjutan di tengah dinamika global. Tony Prianto menegaskan, “Kalau kita terus bergantung pada satu atau dua pasar besar, risiko akan semakin tinggi ketika terjadi gejolak. Dengan memperluas pasar, kita bisa menjaga keberlanjutan ekspor nasional.”

4c354d36a7bea61d0f4ca4279d460b49.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Marc Marquez tinggal selangkah menyempurnakan misi back to back di Sachsenring Kemenangan main race akan mengulang sapu bersih raihan musim 2025 Marquez juga berpeluang menyamai rekor 13 kemenangan Giacomo Agostini di Sachsenring TRIBUNNEWS.COM – Marc Marquez hanya tinggal selangkah lagi menyempurnakan misinya mengulang kesuksesan musim lalu saat balapan utama MotoGP Jerman 2026 berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Minggu…