Jakarta – Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, mengkritik keras Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Kritik ini terkait pernyataan Kapolri yang menolak institusi Polri berada di bawah kementerian.
Gatot menilai sikap Kapolri tidak pantas.
Hal itu disampaikan dalam forum diskusi di Universitas Sangga Buana, Kamis 29 Januari 2026.
Gatot menilai sikap Kapolri terkesan menantang otoritas Presiden sebagai atasan langsung Polri.
Gatot menyebut pernyataan Kapolri sebagai bentuk pembangkangan konstitusional.
Ia juga menilai pernyataan itu berpotensi merusak institusi Polri dari dalam.
“Gak ada apa-apanya kamu, dan dia sekarang presiden sekaligus kepala negara. Jangan dianggap boneka. Itu kurang ajar,” kata Gatot dikutip dari YouTube Universitas Sangga Buana YPKP Official.
Menurut Gatot, posisi Polri secara hukum sudah jelas berada di bawah Presiden.
Sikap menolak opsi restrukturisasi kelembagaan dinilai sebagai tindakan melawan garis komando.
Ia mengutip Undang Undang Polri tahun 2002 Pasal 8 ayat 1 yang menyebutkan Kepolisian Negara Republik Indonesia berada di bawah Presiden.
“Jelas kok atasannya ditantang. Itu kan gila,” ujarnya.
Gatot juga menyoroti pernyataan Kapolri yang meminta seluruh jajaran memperjuangkan posisi Polri sampai daerah penghabisan.
Gatot menyebutnya sebagai bahasa konflik, tekanan kekuasaan, bahkan intimidasi yang tidak pantas keluar dari pimpinan lembaga penegak hukum.
“Ketika Kapolri menyampaikan akan pertahankan posisi institusinya sampai di daerah penghabisan dan menggerakkan semua jajarannya, alarm darurat demokrasi berbunyi keras,” kata Gatot.
Ia memperingatkan, bila aparat merasa kebal dari kontrol sipil, bisa muncul fenomena negara dalam negara yang mengancam demokrasi.
Menurut Gatot, polemik ini bukan sekadar soal jabatan, melainkan menyangkut disiplin konstitusi dan soliditas institusi keamanan negara.
Ia mengaku prihatin terhadap polisi di lapangan yang bekerja keras, namun justru terdampak akibat pernyataan elite.
“Kasihan polisi polisi yang di jalan capek-capek. Ini pembangkangan. Ini merusak institusi Polri yang sama sama kita cintai oleh satu orang,” ucapnya.














