Berita

DPR Soroti Keterlambatan Informasi Bencana, BMKG Didorong Berbenah

99
×

DPR Soroti Keterlambatan Informasi Bencana, BMKG Didorong Berbenah

Sebarkan artikel ini
bencana-di-daerah,-komisi-v-dpr-kritik-bmkg-telat-kasih-informasi
bencana di daerah, komisi v dpr kritik bmkg telat kasih informasi

Jakarta – Informasi bencana alam dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dinilai sering terlambat sampai ke masyarakat. Kritik ini dilontarkan Anggota Komisi V DPR RI, Haryanto.

Haryanto menyampaikan kritik tersebut saat rapat bersama BMKG, Selasa (11/11).

Ia menyoroti pentingnya peringatan dini yang lebih cepat, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Politisi tersebut menduga kurang efektifnya Sekolah Lapang Iklim (SLI) menjadi salah satu penyebabnya.

SLI diharapkan menjadi sumber informasi bagi masyarakat, tidak hanya bergantung pada informasi resmi pemerintah.

Haryanto mendorong BMKG memperluas keberadaan SLI di berbagai wilayah. Ia menilai jumlah SLI saat ini, 30 lokasi, masih kurang.

Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani melaporkan sejumlah capaian kinerja BMKG dalam tiga bulan terakhir hingga September 2025.

Faisal menyebut akurasi informasi di bidang BMKG dan modifikasi cuaca mencapai 102 persen.

Indeks kepuasan layanan informasi mencapai 99,73 persen, dan pemahaman masyarakat atas informasi BMKG mencapai 107,31 persen.

“Harapan kami dalam tiga bulan terakhir nanti akan lebih meningkat lagi capaian indikator kinerjanya,” kata Faisal.

Saat ini, SLI tersebar di 35 lokasi dengan 1.360 peserta. Sekolah lapang gempa menjadi yang terbanyak dengan 1.774 peserta di 37 provinsi, dan sekolah lapang cuaca nelayan diikuti 1.285 peserta di 37 lokasi.