Berita

DPR Mendesak Evaluasi MBG Usai Keracunan Massal NTT!

58
×

DPR Mendesak Evaluasi MBG Usai Keracunan Massal NTT!

Sebarkan artikel ini
ratusan-siswa-ntt-keracunan,-anggota-dpr-minta-mbg-dievaluasi
ratusan siswa ntt keracunan, anggota dpr minta mbg dievaluasi

Kupang – Ratusan siswa di Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) dalam dua hari terakhir. Kasus ini memicu sorotan tajam dan desakan evaluasi dari politisi di DPR.

Anggota Komisi III DPR dari PKS, Nasir Djamil, mendesak investigasi mendalam atas kasus keracunan ini. “Harus segera dievaluasi,” tegasnya saat kunjungan ke Polda NTT, Jumat (25/7).

Nasir menyayangkan kejadian yang menimpa siswa di Kota Kupang dan Sumba Barat Daya. Ia menekankan bahwa tujuan MBG adalah meningkatkan ketahanan siswa agar dapat belajar dengan baik.

Anggota Komisi III lainnya, Benny Harman, menilai kasus ini menunjukkan ketidaksiapan pengelolaan MBG. Ia meminta perbaikan tata kelola agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kita minta supaya persiapannya harus lebih matang kalau bisa tata kelolanya harus diperbaiki,” kata Benny. Ia juga meminta Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko, untuk mengawasi dan mengawal program MBG.

Sebelumnya, puluhan siswa dari tiga sekolah di Sumba Barat Daya diduga keracunan usai menyantap MBG pada Rabu (23/7). Mereka mengalami pusing, sakit perut, mual, muntah, sakit kepala, bahkan pingsan.

Pada Selasa (22/7), sekitar 200 siswa SMP Negeri 8 Kota Kupang juga diduga keracunan setelah mengonsumsi MBG pada Senin (21/7).

Sebanyak 140 siswa dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami sakit perut, sakit kepala, pusing, muntah, dan mual. Beberapa siswa bahkan histeris karena tidak tahan dengan sakit yang dialami.

Ratusan siswa tersebut mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Kupang.

Hingga saat ini, dua penyedia MBG, SPPG Kelapa Lima 1 di Kota Kupang dan SPPG Kota Tambolaka, belum memberikan keterangan terkait kejadian ini.