Jakarta – PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI) melakukan langkah strategis untuk memperkuat posisi di industri pangan melalui akuisisi aset seluas 1,5 hektare di kawasan Cikarang, Jawa Barat. Langkah korporasi ini menandai diversifikasi bisnis perseroan ke sektor pengolahan pangan dan produk makanan beku atau frozen food.
Direktur Utama Dewi Shri Farmindo, Aditiya Fajar Junus, mengatakan bahwa akuisisi tersebut merupakan pilar utama dalam strategi perusahaan untuk mengintegrasikan rantai nilai bisnis mereka. Dengan memiliki fasilitas yang sudah siap serta perizinan yang lengkap, perusahaan menargetkan dapat segera mengoperasikan unit baru tersebut untuk bersaing di pasar makanan beku.
“Kami tidak hanya memperluas bisnis, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang lebih terintegrasi. Dengan fasilitas yang sudah siap dan perizinan yang lengkap, kami optimistis dapat segera masuk dan bersaing di industri frozen food,” ujar Aditiya pada Selasa (9/6/2026).
Aset yang diakuisisi mencakup rumah potong ayam (RPA), fasilitas penyimpanan dingin atau cold storage, serta berbagai infrastruktur pendukung pengolahan dan distribusi pangan. Keberadaan fasilitas ini memungkinkan perseroan untuk melakukan kontrol kualitas yang lebih ketat terhadap bahan baku, mulai dari tahap awal produksi hingga menjadi produk akhir yang siap dipasarkan.
Manajemen memproyeksikan fasilitas baru ini akan memberikan kontribusi sekitar 15 persen terhadap total penjualan perseroan pada tahun pertama operasional. Angka tersebut diyakini akan terus meningkat secara signifikan seiring dengan optimalisasi utilisasi produksi. Aditiya memperkirakan potensi kenaikan kontribusi hingga mencapai 40 persen setelah fasilitas beroperasi secara penuh.
Pemilihan lokasi di kawasan industri Cikarang dinilai sangat strategis untuk menekan biaya operasional. Lokasi tersebut memberikan aksesibilitas yang memadai ke pusat-pusat konsumsi utama, terutama wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Efisiensi distribusi ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok perusahaan secara keseluruhan.
Ekspansi ini merupakan bagian dari transformasi besar perusahaan dalam mengalihkan fokus bisnis dari sektor agribisnis konvensional menuju industri pangan yang lebih terintegrasi. Dengan langkah ini, manajemen DEWI berharap dapat meningkatkan nilai tambah pada setiap produk yang dihasilkan sekaligus memperkuat daya saing perseroan di tengah ketatnya kompetisi industri pangan olahan nasional.
Melalui integrasi fasilitas baru ini, perusahaan memastikan bahwa seluruh aspek operasional telah memenuhi standar perizinan yang berlaku, sehingga kegiatan produksi dapat segera berjalan tanpa hambatan administratif. Fokus utama perseroan saat ini adalah memastikan transisi operasional berjalan lancar agar target kontribusi penjualan dapat tercapai sesuai dengan proyeksi yang telah ditetapkan dalam rencana jangka panjang perusahaan.







