Ecozone

Densus 88 Tangkap Teroris, Amankan Nataru 2025-2026

188
×

Densus 88 Tangkap Teroris, Amankan Nataru 2025-2026

Sebarkan artikel ini
pengamanan-teroris-jelang-tahun-baru-bukti-kinerja-baik-densus-88
pengamanan teroris jelang tahun baru bukti kinerja baik densus 88

Jakarta – Densus 88 Antiteror Polri menangkap tujuh terduga teroris dari jaringan NII dan Ansharud Daulah (AD). Penangkapan dilakukan di berbagai wilayah.

Operasi ini merupakan bagian dari pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Penangkapan dilakukan di Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Papua.

Wakil Ketua Umum PB SEMMI, Sandri Rumanama, mengapresiasi kinerja Densus 88. Ia menyebut penangkapan ini bukti nyata kerja Polri.

“Penangkapan para terduga teroris dari NII dan AD ini menjadi salah satu bukti kerja nyata Polri, khususnya Densus 88 yang patut kita apresiasi bersama,” ujarnya.

Sandri menilai tindakan Densus 88 krusial dalam menjamin rasa aman masyarakat. Jaringan NII, AD, dan kelompok terafiliasi teroris masih merebak diam-diam.

“Artinya Densus 88 mampu bekerja dan mengantisipasi potensi kekacauan,” tegasnya.

Kabareskrim Polri, Komjen Pol. Syahardiantono, sebelumnya menyatakan penangkapan dilakukan dalam rangka pengamanan Nataru.

Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menjelaskan dua tersangka dari kelompok NII diamankan di Sumatera Utara.

“Dilakukan penegakan hukum terkait perannya dalam struktur organisasi NII,” kata Mayndra.

Lima tersangka lain berasal dari kelompok Ansharud Daulah yang berafiliasi dengan ISIS. Mereka aktif menyebarkan propaganda dan ajakan teror.

“Pendukung Daulah (ISIS) yang aktif menyerukan propaganda dan seruan untuk melakukan aksi teror,” jelasnya.

Kelompok Ansharud Daulah ini diamankan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Papua.

Sepanjang 2025, Densus 88 menangani sejumlah kasus terorisme. Salah satunya, pengungkapan jaringan radikalisme yang menyasar anak di bawah umur.

Densus 88 juga menggagalkan empat rencana aksi terorisme yang disiapkan oleh kelompok Ansharuh Daulah.

Selain itu, Densus 88 menangani 68 anak di 18 provinsi yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem melalui grup Terrorist Cyber Community (TCC).

“Mereka ditemukan telah menguasai berbagai senjata berbahaya dengan rencana aksi yang menyasar lingkungan sekolah,” ungkap Syahardiantono.

Polri berkomitmen meningkatkan pencegahan dan penindakan terhadap jaringan terorisme. Hal ini demi menjaga keamanan nasional, terutama pada momen strategis.