Manusia memerlukan asupan air yang cukup untuk menghindari dehidrasi. Banyak yang meyakini bahwa kurang minum air dapat menyebabkan sakit pinggang. Banyak pasien di klinik mengeluhkan hal ini selama perawatan mereka. Apakah kurang minum air benar-benar bisa memicu sakit pinggang? Mari kita bahas penjelasannya.
Pada dasarnya, penyebab utama sakit pinggang bukanlah kurang minum air, melainkan sekitar 70-75% kasus disebabkan oleh gangguan saraf atau otot.
Jadi, bagaimana hubungannya dengan kurang minum air?

Meskipun bukan penyebab utama, dehidrasi akibat kurang cairan dapat memicu sakit pinggang. Dehidrasi dapat mengakibatkan hilangnya cairan dalam bantalan sendi tulang belakang, menambah tekanan pada saraf sensitif yang melewati tulang belakang melalui cakram.
Cakram, selain sebagai bantalan, berfungsi mencegah benturan antar tulang dan meredam goncangan. Ini memiliki tekstur kenyal di tengahnya dan bentuk mirip donat jeli dengan cincin serat luar yang kuat. Dehidrasi juga bisa menyebabkan pembentukan batu ginjal yang memicu nyeri pinggang. Batu ginjal adalah endapan garam, mineral, dan zat sisa. Nyeri akan lebih parah seiring dengan ukuran batu ginjal yang lebih besar.
Jika Anda merasakan nyeri saat buang air kecil, segera periksa ke klinik. Nyeri pinggang juga bisa disebabkan oleh radang panggul, tendonitis, atau masalah lain seperti gangguan psikis, infeksi saluran kemih, atau hernia inguinalis. Saraf yang bermasalah juga bisa menjadi penyebab nyeri pinggang. Angkat beban berlebihan, postur duduk yang salah dalam waktu lama, atau membungkuk saat beraktivitas juga dapat menyebabkan masalah ini.







