Berita

Dampak Terberat di Padang, Kerugian Banjir Sentuh Rp202,8 Miliar

102
×

Dampak Terberat di Padang, Kerugian Banjir Sentuh Rp202,8 Miliar

Sebarkan artikel ini
587756222 861456399767266 7078859813467934798 n
Foto : internet

Padang – Padang menjadi wilayah dengan kerusakan paling berat akibat banjir pada Jumat, 28 November 2025. Pemerintah Kota Padang kemudian mencatat nilai kerugian yang terus meningkat.

Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa total kerugian infrastruktur hingga Sabtu mencapai Rp202,8 miliar. Ia menegaskan bahwa banjir ini merusak beragam fasilitas penting, termasuk infrastruktur serta menimbulkan korban jiwa.

Kerusakan terbesar muncul pada Jembatan Gunung Nago yang menghubungkan Pauh dan Lubuk Kilangan. Banjir merusak jembatan tersebut dan menimbulkan kerugian sekitar Rp45 miliar.

Kemudian Jembatan Kalawi Limau Manis juga putus dan menambah kerugian hingga Rp35 miliar. Dampaknya menekan mobilitas warga di wilayah sekitar.

Kalaksa BPBD Padang Hendri Zulviton menjelaskan bahwa total ada enam jembatan terdampak. Empat jembatan putus, sedangkan dua lainnya rusak berat. Seluruh kerusakan itu menimbulkan beban kerugian yang mencapai Rp127 miliar.

Selain itu bendungan dan intake mengalami kerusakan parah. Jalan serta tebing di beberapa titik juga rusak akibat derasnya arus banjir. Hendri menegaskan bahwa jalan di Batu Busuk bahkan putus total.

Sarana PDAM juga ikut rusak. Tercatat sepuluh intake rusak berat. Kemudian pipa distribusi putus, sedangkan pompa air baku terendam banjir.

BPBD Padang masih mendata kerugian sambil memastikan kebutuhan darurat masyarakat tetap terpenuhi.

Warga di Koto Tangah, Lubuk Begalung, Kuranji dan wilayah sekitar belum menerima pasokan air bersih. Kondisi ini menyebabkan krisis air bagi warga Air Dingin dan para pengungsi.

Selain itu masyarakat membutuhkan suplai makanan. Mereka juga memerlukan susu formula, sembako bayi, tenda, selimut, obat-obatan, vitamin, tenaga kesehatan dan kebutuhan darurat lainnya.