Jakarta – Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, mengajukan tiga permintaan penting kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Hal ini terkait kondisi wilayahnya pascabencana banjir.
Permintaan itu disampaikan dalam rapat terbatas percepatan pemulihan pascabencana, Kamis, 1 Januari 2025.
Pertama, Armia melaporkan kebutuhan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak banjir.
Tercatat 37.888 unit rumah hilang dan 4.839 unit rumah rusak berat. Total kebutuhan huntap mencapai 42.727 unit.
“Terima kasih, kami sudah dibantu Danantara untuk hunian sementara sebanyak 600 unit dan nanti ada tambahan lagi untuk huntap dan lainnya,” kata Armia.
Kedua, dukungan bantuan pangan untuk keberlangsungan hidup warga.
Dengan 313.245 jiwa penduduk, pemerintah daerah menghitung kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, dan gula untuk enam bulan ke depan.
Armia menuturkan kondisi ekonomi masyarakat masih berat, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
“Pasti masyarakat kami kesulitan, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri,” ungkapnya.
Ketiga, Armia mengusulkan bantuan langsung tunai (BLT) bagi 111.570 kepala keluarga (KK).
Dia berharap setiap keluarga menerima sekitar Rp1 juta tahun ini, meringankan beban ekonomi pascabencana.
“Kami akan buat surat resmi kepada menteri terkait untuk kebutuhan tersebut,” ucap Armia.
Armia berterima kasih atas perhatian pemerintah pusat dan berharap percepatan pemulihan membuat kehidupan masyarakat Aceh Tamiang kembali normal.
Presiden Prabowo akan menghitung ulang kebutuhan anggaran dan mengintegrasikannya dengan data yang ada agar bantuan tepat sasaran.
“Nanti kita hitung dan integrasikan dengan data semua supaya nanti tepat sasaran,” kata Prabowo.
Tanggul jebol di Kampung Raja terjadi pada Kamis sekitar pukul 18.00 WIB, dan pukul 21.00 WIB banjir semakin meluas.













