Jakarta – Kasus tragis menimpa seorang siswa SD di NTT. Ia meninggal dunia karena tak mampu membeli buku dan pulpen.
Peristiwa ini memicu sorotan tajam.
Kejadian ini dinilai sebagai cerminan ketimpangan sosial. Juga kegagalan perlindungan hak anak di bidang pendidikan.
PDIP turut memberikan tanggapan.
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menyebut kejadian ini sebagai tamparan keras bagi kemanusiaan.
“Ini tamparan kemanusiaan yang paling dalam, bahwa fungsi dasar negara di bidang pendidikan belum sepenuhnya dijalankan,” tegas Hasto.
Ia menekankan, tidak seharusnya ada anak bangsa yang kehilangan harapan hidup karena keterbatasan ekonomi.
Ferdinand Hutahaean juga menyampaikan duka mendalam. Ia menyebut peristiwa itu sebagai tragedi kemanusiaan yang menyayat hati.
KPAI meminta polisi tidak melihat kasus ini secara sempit.
KPAI menekankan pentingnya menelaah aspek pengasuhan dan kondisi sosial korban.
Korban, YBR, diketahui tidak tinggal bersama orang tua dan minim pendampingan.
KPAI mendesak Polres Ngada untuk mengembangkan penyelidikan secara menyeluruh. Termasuk menelusuri kemungkinan perundungan.
Tragedi ini menegaskan urgensi kehadiran negara dalam melindungi anak-anak Indonesia.







