Berita

BSI Maslahat Resmikan Wakaf Sumur Bor di Desa Maman

67
×

BSI Maslahat Resmikan Wakaf Sumur Bor di Desa Maman

Sebarkan artikel ini

Sumur bor itu dihadirkan untuk membantu akses air bersih bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Sumbawa – Warga Desa Maman, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, kini memiliki harapan baru setelah BSI Maslahat bersama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) meresmikan wakaf sumur bor pada Rabu (29/04).

Sumur bor itu dihadirkan untuk membantu akses air bersih bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Pada kesempatan yang sama, bantuan juga disalurkan kepada 100 masyarakat dhuafa di sekitar lokasi sumur.

Bagi sekitar 300 kepala keluarga di Desa Maman, krisis air bersih sudah lama menjadi persoalan rutin.

Setiap tahun, selama enam bulan bahkan lebih, warga harus menghadapi musim kemarau yang membuat sumber-sumber air utama mengering.

Saat kemarau datang, sumur-sumur warga tak lagi mengalir dan debit air sungai menyusut drastis.

Kondisi itu membuat kebutuhan air bersih untuk minum, memasak, mandi, dan mencuci menjadi tantangan tersendiri.

Di desa itu juga terdapat Bendungan Batu Bulan yang berjarak sekitar 650 meter.

Namun, air dari bendungan tersebut hanya digunakan untuk irigasi pertanian dan belum layak untuk konsumsi harian.

Di tengah keterbatasan itu, sebagian warga terpaksa membeli air bersih dengan biaya tambahan.

Layanan PDAM juga belum menjangkau wilayah mereka. Mayoritas warga yang bekerja sebagai petani dan peternak pun harus berjuang lebih keras di tengah kondisi ekonomi yang terbatas.

Melihat kondisi itu, BSI Maslahat bersama BSI dan Rumah Wakaf Indonesia menginisiasi pembangunan wakaf sumur bor di atas tanah wakaf. Pembangunan sumur bor tersebut berlangsung selama empat minggu dan rampung sejak Desember 2025.

Sumur bor sedalam 60 meter itu dilengkapi toren berkapasitas 1.500 liter, pipa berdiameter 4 inci, serta empat titik keran air yang kini dapat dimanfaatkan warga.

Branch Manager BSI KCP Sumbawa, Salahuddin Al Ayyubi, mengatakan sumur tersebut merupakan wujud nyata kebaikan para nasabah BSI.

“Sumur yang kita resmikan hari ini adalah buah dari kedermawanan para nasabah BSI yang menyalurkan wakafnya melalui BSI Maslahat,” ujarnya.

Ia menambahkan, fasilitas itu diharapkan dapat memudahkan masyarakat Desa Maman mengakses air bersih tanpa rasa khawatir.

“Kami titipkan fasilitas ini agar dapat dijaga dan dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat terus mengalir sebagai amal jariyah bagi para wakif,” katanya.

Ratna Dewi, selaku wakif lahan sekaligus penerima manfaat, turut menyampaikan rasa syukur.

“Terima kasih atas pembangunan sumur bor di desa kami. Kehadiran sumur ini benar-benar menghilangkan kekhawatiran kami setiap kali musim kemarau datang,” tuturnya.

“Sekarang kami tidak perlu lagi takut kesulitan air bersih,” lanjutnya.