Ecozone

BNPB Kirim 20 Ton Beras untuk Bener Meriah dan Aceh Tengah

92
×

BNPB Kirim 20 Ton Beras untuk Bener Meriah dan Aceh Tengah

Sebarkan artikel ini
85b46bef58b25dc6091a2552c86a80a1.jpg
85b46bef58b25dc6091a2552c86a80a1.jpg

Aceh – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan pemerintah telah menyusun rencana matang untuk mengirimkan bantuan logistik ke sejumlah wilayah di Sumatera yang masih terisolasi akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor. Pengiriman ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pokok ribuan warga terdampak pada Jumat, 12 Desember 2025.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa bantuan pokok sebanyak 20 ton beras siap didistribusikan dari Lapangan Udara Sultan Iskandar Muda. Logistik vital ini akan diterbangkan menuju Bandara Rembele sebelum didistribusikan lebih lanjut ke Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah yang paling membutuhkan.

Namun, upaya penyaluran bantuan menghadapi rintangan berat. Kondisi cuaca ekstrem yang tidak mendukung serta minimnya akses jalur darat yang tersedia menjadi kendala utama dalam menjangkau korban terdampak. Hal ini memaksa tim penyelamat untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan yang dinamis.

Abdul Muhari mencontohkan, pada hari yang sama, pengiriman logistik melalui jalur udara hanya dapat terlaksana sebanyak delapan kali sorti akibat hujan deras yang mengguyur sejak siang hari. Meskipun demikian, distribusi via jalur darat juga telah dilakukan, menyasar Kabupaten Nagan Raya, Aceh Selatan, Pidie Jaya, dan Bireun, dengan total bantuan mencapai 1,5 hingga 2 ton.

Sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Sumatera, Kabupaten Bener Meriah menjadi salah satu wilayah paling terdampak yang mengalami isolasi total. Terputusnya akses jalur darat menjadi penyebab utama terhambatnya distribusi logistik dan bantuan kemanusiaan.

Menurut laporan resmi Pemerintah Provinsi Aceh, terdapat enam kecamatan di Bener Meriah yang sepenuhnya terisolasi dari jalur distribusi logistik. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Pintu Rime Gayo, Gajah Putih, Mesidah, Syiah Utama, Permata, serta Timang Gajah, yang kini sangat bergantung pada jalur udara untuk pasokan bantuan.