Jakarta Utara – Perlawanan sengit warnai penggerebekan markas kartel narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/11). Petugas gabungan BNN RI dan Brimob Polda Metro Jaya mengamankan 18 orang yang diduga terlibat jaringan narkoba.
Massa yang diduga terkait jaringan narkoba melakukan intimidasi terhadap petugas.
Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN RI, Brigjen Roy Hardi Siahaan, menyatakan pihaknya telah mengantisipasi potensi perlawanan.
“Waktu kami ke sana memang sudah berpikir dan menganalisa serta mengantisipasi kalau ada perlawanan, ternyata benar,” ujarnya.
Massa melawan dengan senjata tajam seperti samurai, kembang api, dan mercon.
“Paling tidak mengintimidasi kami yang ada di TKP,” kata Roy.
Petugas berhasil mengendalikan situasi dan operasi narkoba tetap berjalan lancar.
“Untungnya kami bisa mengantisipasi dan semua berjalan dengan lancar. Sejauh ini kami melihat belum ada (anggota luka),” imbuh Roy.
Petugas gabungan mengamankan 18 orang, terdiri dari 17 laki-laki dan seorang perempuan.
Puluhan personel Brimob dengan gas air mata dan tameng terlibat bentrok dengan massa.
Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Massa membalas dengan petasan dan batu.







