Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melakukan perombakan pada susunan konstituen indeks LQ45 melalui evaluasi berkala yang diumumkan pada Selasa (28/7/2026) untuk memastikan efektivitas indeks bagi pelaku pasar modal.
Dilansir dari data resmi Bursa Efek Indonesia, otoritas bursa memasukkan dua emiten baru ke dalam daftar 45 saham paling likuid, yakni PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).
Langkah ini menyebabkan dua emiten sebelumnya, yakni PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), harus dikeluarkan dari daftar konstituen indeks.
Komposisi baru indeks LQ45 tersebut dijadwalkan berlaku secara efektif mulai tanggal 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026 mendatang.
Indeks LQ45 sendiri merupakan tolok ukur pasar modal yang menghimpun 45 emiten dengan tingkat likuiditas tertinggi, yang ditentukan berdasarkan volume perdagangan harian serta nilai kapitalisasi pasar yang besar.
Selain perubahan daftar emiten, evaluasi rutin ini juga mencakup penyesuaian bobot saham yang tercatat di dalam indeks tersebut.
Sejumlah saham mengalami kenaikan bobot signifikan, di antaranya PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang naik menjadi 4,82%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi 10,91%, PT Chandra Asri Pacific Tbk (BRPT) menjadi 3,13%, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi 1,10%.
Di sisi lain, beberapa saham berkapitalisasi besar mengalami penurunan bobot, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi 15%, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi 13,23%, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi 7,34%, serta PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menjadi 1,34%.
Konstituen baru, yakni INDY dan NCKL, masuk ke dalam perhitungan indeks dengan masing-masing bobot sebesar 0,25% dan 0,46%.
Pihak bursa menegaskan bahwa jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan indeks masih dapat disesuaikan kembali sebelum tanggal efektif jika terjadi aksi korporasi.
Aksi korporasi yang dimaksud mencakup pelaksanaan stock split, reverse stock, right issue, serta pembagian saham bonus maupun dividen saham yang dilakukan oleh emiten terkait.
Oleh karena itu, bobot masing-masing saham dalam indeks LQ45 masih memiliki potensi untuk berubah sebelum susunan baru tersebut resmi diterapkan di pasar.
Perubahan ini mencerminkan dinamika likuiditas saham di pasar modal Indonesia yang terus dipantau secara ketat oleh otoritas bursa.
Para investor diharapkan memperhatikan penyesuaian bobot ini sebagai bagian dari strategi investasi mereka di pasar modal nasional.
Keputusan ini merupakan bagian dari komitmen BEI dalam menjaga kredibilitas indeks sebagai cerminan performa saham-saham paling aktif di Bursa Efek Indonesia.






