Berita

BMKG Imbau Waspada Gelombang Tinggi Akibat Siklon Tropis Koto

167
×

BMKG Imbau Waspada Gelombang Tinggi Akibat Siklon Tropis Koto

Sebarkan artikel ini
8904e08bf48ef77dd85b102d32caaded.jpg
8904e08bf48ef77dd85b102d32caaded.jpg

Nasional – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi yang diperkirakan melanda sejumlah perairan Indonesia. Gelombang berbahaya ini diprediksi terjadi mulai 30 November hingga 3 Desember 2025, dipicu oleh Siklon Tropis Koto di Laut Cina Selatan.

Prakirawan BMKG, Marina Ayu Sulastri, menjelaskan bahwa Siklon Tropis Koto yang berada di posisi 13.7°LU, 112.3°BT di Laut Cina Selatan memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 8-30 knot, sedangkan di wilayah selatan bergerak dari selatan hingga barat dengan kecepatan 6-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Samudra Pasifik utara Maluku, serta Samudra Pasifik utara Papua Barat daya hingga Papua.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan gelombang setinggi 2,5 hingga 4,0 meter di Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Selat Malaka bagian utara, dan Samudra Hindia barat Aceh. Potensi gelombang tinggi ini dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan pelayaran.

Selain itu, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTT, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua, Laut Natuna Utara, Samudra Hindia selatan Banten, dan Selat Malaka bagian tengah.

Gelombang serupa juga diperkirakan melanda Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Yogyakarta, Samudra Hindia selatan NTB, Laut Sulawesi bagian barat, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat, serta Laut Arafuru bagian barat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Bagi nelayan yang menggunakan perahu, disarankan untuk mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kapal tongkang diimbau menghindari kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Sementara itu, kapal feri diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpotensi terjadi gelombang tinggi juga diharap tetap waspada.