Berita

BEM SI Gelar Unjuk Rasa, Tuntut Pembatalan Kebijakan Tidak Pro Rakyat

87
×

BEM SI Gelar Unjuk Rasa, Tuntut Pembatalan Kebijakan Tidak Pro Rakyat

Sebarkan artikel ini
435bcd735fd46e9c6acd285a24b6ec19.jpg
435bcd735fd46e9c6acd285a24b6ec19.jpg

Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan BEM Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa bertajuk #IndonesiaCemas pada Senin, 20 Oktober 2025. Aksi ini bertepatan dengan peringatan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Muzammil Ihsan, membenarkan agenda aksi yang akan dilaksanakan. “Iya benar,” katanya pada Ahad, 19 Oktober 2025.

Unjuk rasa BEM SI didasari oleh kondisi masyarakat yang saat ini kesulitan mendapatkan pekerjaan dan beban hidup yang meningkat. Mereka menyatakan kecemasan terhadap keberlangsungan masa depan Indonesia di bawah satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Aksi BEM SI akan menuntut pembatalan kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat. Titik kumpul massa BEM SI berada di Patung Kuda, Jakarta Pusat, dan aksi akan dimulai pukul 13.00 WIB.

Sementara itu, BEM UI juga menyuarakan ajakan aksi serupa melalui media sosial. Unggahan poster di akun Instagram resmi @bemui_official mengusung tema ‘CukupSatuTahun, Penderitaan dan Penindasan terhadap Rakyat’.

BEM UI menyatakan bahwa satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi penanda kebijakan publik yang belum berpihak pada rakyat. Mereka menilai kekuasaan justru semakin jauh dari semangat demokrasi dan cita-cita reformasi, alih-alih mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial.

Lokasi aksi BEM UI sama dengan BEM SI, yaitu di Patung Kuda dan Istana Kepresidenan Jakarta, dimulai pukul 13.00 WIB. Namun, untuk titik kumpul aksi BEM UI akan diadakan di Lapangan FISIP UI.

Berikut adalah poin-poin tuntutan dari BEM UI:
1. Hentikan represivitas dan kriminalisasi terhadap seluruh rakyat Indonesia, serta bebaskan semua massa aksi.
2. Cabut komando teritorial TNI dan laksanakan reformasi Polri.
3. Wujudkan sistem ekonomi yang progresif dan pro rakyat.
4. Wujudkan demokrasi sejati yang sesuai dengan prinsip kedaulatan rakyat.
5. Wujudkan reforma agraria sejati dan hadirkan ekososialisme yang berkelanjutan.
6. Wujudkan pendidikan gratis yang inklusif dan berkualitas.
7. Ciptakan kesehatan yang mengutamakan kesejahteraan rakyat.
8. Cabut kebijakan anti-rakyat dan tegaskan hukum berkeadilan.