Berita

BCA Ramal Belanja Pemerintah Topang Ekonomi 2026

107
×

BCA Ramal Belanja Pemerintah Topang Ekonomi 2026

Sebarkan artikel ini
outlook-2026,-bca-nilai-belanja-pemerintah-jadi-motor-utama-pertumbuhan
outlook 2026, bca nilai belanja pemerintah jadi motor utama pertumbuhan

Depok – Bank Central Asia (BCA) memproyeksikan ekonomi Indonesia pada 2026 akan tumbuh positif berkat dorongan belanja pemerintah. Stimulus fiskal diyakini menjadi kunci menjaga stabilitas di tengah gejolak ekonomi global.

Keyakinan ini disampaikan Kepala Biro Banking Research & Analytics BCA, Victor George Petrus Matindas, dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Universitas Indonesia, Depok, Senin (24/11/2025).

Victor menjelaskan, program-program pemerintah yang mulai berjalan tahun depan, seperti program makan bergizi gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, akan memberikan dampak signifikan pada 2026. Program ini berpotensi meningkatkan permintaan domestik.

BCA memperkirakan konsumsi dan investasi akan meningkat seiring dengan stimulus fiskal yang lebih agresif.

Namun, ekspor bersih diprediksi akan mengalami penurunan akibat perlambatan ekonomi China dan ketidakpastian tarif global.

Terkait nilai tukar rupiah, BCA memproyeksikan kurs pada 2026 berada di kisaran Rp16.800 per dolar AS. Proyeksi ini mempertimbangkan depresiasi alami akibat selisih inflasi dan risiko negara.

Di sektor perbankan, BCA memperkirakan penurunan BI Rate pada 2025 akan mulai berdampak pada bunga kredit pada 2026. Bank perlu menyeimbangkan penurunan bunga dengan peningkatan volume kredit untuk menjaga margin keuntungan.

Victor juga menyoroti insentif giro wajib minimum (GWM) yang diberikan Bank Indonesia kepada bank yang memperluas kredit UMKM. Insentif ini dinilai menarik bagi bank di tengah ketidakpastian ekonomi.

BCA menilai kombinasi percepatan belanja pemerintah, peningkatan konsumsi, dan pemulihan investasi akan menjadi fondasi ekonomi 2026. Tantangannya adalah menjaga daya tahan domestik saat ekspor melemah dan risiko global membayangi.