Berita

Banjir Landa Aceh: Kota Langsa Lumpuh, Listrik dan Internet Mati

1822
×

Banjir Landa Aceh: Kota Langsa Lumpuh, Listrik dan Internet Mati

Sebarkan artikel ini
ee287804a96cdbc3dc7e8150a4e866ad.jpg
ee287804a96cdbc3dc7e8150a4e866ad.jpg

Aceh – Guyuran hujan deras selama beberapa hari terakhir telah memicu banjir di sedikitnya sembilan kota dan kabupaten di Provinsi Aceh. Kondisi paling kritis terjadi di Kota Langsa, di mana akses komunikasi dan listrik dilaporkan terputus total sejak Rabu, 26 November 2025 siang, menyebabkan ribuan warga terdampak dan ratusan lainnya mengungsi.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat, sembilan daerah yang terdampak banjir meliputi Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan. Peristiwa ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung sejak 18 November 2025.

Seorang warga Aceh yang kini tinggal di Jakarta, Teuku Zulman (33), mengungkapkan kekhawatirannya karena tak dapat menghubungi keluarganya di Kecamatan Langsa Baro dan Langsa Barat. Komunikasi mereka terputus pada Rabu, 26 November 2025 pukul 14.30 WIB akibat pemadaman listrik.

“Akses komunikasi ke Kota Langsa, Provinsi Aceh putus total sejak kemarin siang,” kata Zulman pada Kamis, 27 November 2025. Ia menambahkan, banjir di Langsa kali ini disebut sebagai yang terbesar dalam 30 tahun terakhir.

Pusat Pengendalian Operasi BPBA (Pusdalops BPBA) membenarkan terputusnya akses listrik dan internet di Kota Langsa. Petugas Piket Pusdalops BPBA, Fauzan, menjelaskan bahwa tiga menara telekomunikasi tumbang dan masih dalam proses pemulihan. Fauzan belum dapat memastikan kapan akses listrik dan internet akan pulih kembali.

BPBA melaporkan, bencana hidrometeorologi ini telah berdampak pada 14.235 Kepala Keluarga (KK) atau 46.893 jiwa. Sebanyak 455 KK (1.497 jiwa) terpaksa mengungsi. Selain banjir, curah hujan tinggi, angin kencang, dan kondisi geologi yang labil juga memicu tanah longsor.

Khusus di Langsa, BPBA mencatat banjir disebabkan oleh air kiriman dari lahan perkebunan kelapa sawit PTPN 1 Langsa. Sebanyak 110 rumah di Desa Paya Bujok Seulemak dilaporkan terendam air dengan ketinggian 20-40 cm dan belum surut. Banjir dan longsor juga melanda sejumlah kecamatan, antara lain Langsa Barat, Langsa Kota, Langsa Lama, dan Langsa Timur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBA, Fadmi Ridwan, menyatakan bahwa sembilan kabupaten dan kota telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi. Beberapa di antaranya adalah Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Singkil, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Aceh Barat.

BPBA berkomitmen untuk berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di berbagai wilayah guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, tanah bergerak, dan longsor, terutama di daerah dengan curah hujan tinggi.