Badung – Bandara I Gusti Ngurah Rai kembali memperketat pengawasan. Pemindai suhu tubuh dipasang lagi untuk antisipasi super flu.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah masuknya penumpang yang diduga terinfeksi influenza A (H3N2) subclade K.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, mengatakan alat ini sebelumnya dipakai saat pandemi Covid-19.
“Bandara I Gusti Ngurah Rai adalah pintu masuk internasional yang besar,” ujarnya, Senin (5/1/2026).
Gejala super flu mirip flu biasa, namun deteksi lebih mudah saat suhu badan tinggi.
Pihak bandara memastikan 25 alat pemindai suhu berfungsi normal.
Alat-alat ini ditempatkan di jalur kedatangan dan keberangkatan internasional serta domestik.
“Posisi sudah terpasang, semua beroperasi baik,” kata Nugroho.
Bandara I Gusti Ngurah Rai melayani rata-rata 66 ribu penumpang per hari.
Hingga kini, belum ada penumpang yang terindikasi membawa super flu.
Selain pemindaian suhu, personel dan perawatan juga disiagakan.
“Sementara ini statusnya masih landai dan menjadi imbauan saja untuk tetap waspada,” imbuhnya.
Data Kemenkes mencatat, hingga akhir Desember 2025, ada 62 kasus super flu di delapan provinsi.
Kasus terbanyak ada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.













