Berita

Bahlil Usulkan Koalisi Permanen Prabowo: Stabilisasi Pemerintahan dan Pembangunan?

122
×

Bahlil Usulkan Koalisi Permanen Prabowo: Stabilisasi Pemerintahan dan Pembangunan?

Sebarkan artikel ini
b4246c0a60bb091cf3ee3c453f194a4e.jpg
b4246c0a60bb091cf3ee3c453f194a4e.jpg

Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara terbuka mengusulkan pembentukan koalisi pemerintahan permanen untuk mendukung stabilitas dan keberlanjutan kabinet Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Usulan ini disampaikan saat ia berpidato pada puncak Hari Ulang Tahun ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, 5 Desember 2025.

Bahlil menegaskan bahwa pemerintahan yang berkelanjutan membutuhkan stabilitas politik yang kuat. Menurutnya, hal ini bisa tercapai jika koalisi pendukung pemerintahan memiliki sifat tetap atau permanen, tidak sekadar hadir di kala senang namun pergi saat menghadapi kesulitan.

“Kami menyarankan harus ada koalisi permanen. Jadi jangan menjadi koalisi pada saat senang. Ketika menderita, partai politik pergi,” kata Bahlil usai acara tersebut. Ia mengklaim koalisi permanen akan menyederhanakan format dukungan dan menjaga loyalitas partai politik.

Wacana koalisi permanen ini bukan kali pertama muncul. Sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar pernah mengungkapkan bahwa Presiden terpilih Prabowo Subianto juga telah menawarkan konsep serupa kepada para pendukungnya. Pernyataan Muhaimin tersebut tercatat pada Jumat, 14 Februari 2025.

PKB menyambut baik tawaran tersebut, melihatnya sebagai langkah positif untuk memperkuat percepatan pembangunan nasional. Muhaimin menekankan bahwa Prabowo menginginkan persatuan sebagai kunci utama dalam menjalankan roda pemerintahan.

Saat ini, pemerintahan Prabowo-Gibran didukung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM Plus), sebuah aliansi besar yang diinisiasi Prabowo. Koalisi ini dibentuk dengan tujuan menyatukan partai-partai yang sebelumnya berkompetisi dalam Pilpres 2024.

KIM Plus terdiri dari sembilan partai anggota asli KIM (Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PSI, PBB, Gelora, Garuda, dan Prima), ditambah dengan bergabungnya sejumlah partai lain seperti PKS, PKB, PPP, Perindo, dan Nasdem. Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, serta Prabowo dan Gibran, turut hadir dalam perayaan ulang tahun Golkar tersebut.