Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 75 miliar dalam waktu satu jam untuk membantu korban banjir di Sumatera. Dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban.
Aksi penggalangan dana ini diapresiasi sebagai wujud nyata kepedulian dan kemurahan hati masyarakat Indonesia.
Ustaz Aay Muhammad Furqon, Wakil Sekretaris Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat, menyebut pengumpulan dana ini sebagai hal yang luar biasa.
“Alhamdulillah, ini mungkin penggalangan dana paling luar biasa. Dalam satu jam terkumpul Rp 75 miliar,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).
Keberhasilan ini, menurutnya, mencerminkan tingginya kepercayaan publik kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan jajaran Kementan.
“Ini juga tentang trust. Kalau tidak percaya, mustahil Pak Menteri bisa menggerakkan 75 miliar hanya dalam satu jam,” kata Ustaz Aay.
Penggalangan dana ini dipantau langsung oleh Mentan Amran dan berlangsung di Aula Gedung F Kementan pada 2 Desember 2025.
Kementan telah menyalurkan bantuan senilai Rp 34,8 miliar dalam bentuk beras, minyak goreng, gula, susu, mi instan, air mineral, dan kebutuhan lainnya.
Mentan Amran memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara transparan. Ia bahkan menantang jajarannya untuk mengecek langsung transaksi yang masuk ke rekening donasi Kementan Peduli.
“Ini amanah. Kami kawal sampai naik kapal, sampai tiba di BNPB, sampai berita acara diterima. Jangan sampai satu pun disalahgunakan,” tegas Mentan.
Bantuan dikirim melalui jalur darat, udara, dan laut, mengingat kondisi lapangan yang sulit akibat banjir.
Ustaz Aay mendukung langkah Kementan tersebut, mengingat banyak akses jalan yang terputus.
“Medannya sangat sulit. Banyak akses terputus. Bantuan dari udara dan laut sangat dibutuhkan,” pungkasnya.













