Berita

AS Menilai Afrika Selatan Tak Hiraukan Prinsip G20 Usai KTT

85
×

AS Menilai Afrika Selatan Tak Hiraukan Prinsip G20 Usai KTT

Sebarkan artikel ini
ec89dd83cdaef2c9b68074dd2cc3495e.jpg
ec89dd83cdaef2c9b68074dd2cc3495e.jpg

Johannesburg – Amerika Serikat menuding Afrika Selatan mengabaikan prinsip pendirian G20 setelah deklarasi pemimpin negara anggota yang memuat isu krisis iklim disahkan. Washington secara konsisten menolak deklarasi tersebut, namun Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa tetap mendorongnya.

Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, pada Sabtu lalu mengatakan Presiden Donald Trump berharap dapat mengembalikan legitimasi G20 pada 2026, saat AS menjadi tuan rumah. Ketegangan ini mencuat bersamaan dengan absennya delegasi resmi AS pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg. Akibatnya, serah-terima presidensi yang seharusnya dilakukan pada hari pembukaan KTT tidak terlaksana.

Menteri Luar Negeri Afrika Selatan, Ronald Lamola, menjelaskan bahwa Washington menginginkan proses serah-terima presidensi melalui charge d’affaires Kedutaan Besar AS di Pretoria. Namun, Kementerian Hubungan Internasional dan Kerja Sama (DIRCO) Afrika Selatan ingin membedakan antara serah-terima dan pembahasan substansi yang sedang berlangsung dalam pertemuan para kepala negara dan pejabat.

Lamola menegaskan, serah-terima presidensi seharusnya dilakukan pada tingkat kepala negara atau setidaknya menteri yang ditunjuk secara sah oleh Presiden Amerika Serikat. “Ketika mereka menugaskan seorang charge d’affaires, kami menyampaikan bahwa DIRCO memiliki pejabat yang setara. Karena itu, kami akan melakukan serah-terima di kantor DIRCO kapan saja mulai Senin,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah ini tidak akan merusak hubungan kedua negara karena proses serah-terima tetap dilakukan pada tingkat yang dianggap sesuai. “Kami akan memberikan penghormatan setara kepada mereka. Satu-satunya hal yang kami sampaikan adalah presiden kami tidak bisa menyerahkan presidensi kepada seorang charge d’affaires dalam KTT yang dihadiri begitu banyak kepala negara,” kata Lamola.

Kisruh ini juga menyusul keputusan Presiden Trump sebelumnya yang mengumumkan tidak akan mengirim pejabat AS ke Johannesburg. Trump menuduh pemerintah Afrika Selatan melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga Afrikaner kulit putih.

Sebelumnya, Presiden Ramaphosa pada Kamis sempat menyatakan adanya kemungkinan perubahan sikap dari AS. Namun, Gedung Putih segera membantah pernyataan tersebut. KTT akhirnya dibuka tanpa kehadiran delegasi AS. Sebagai informasi, G20 dibentuk pada 1999 dan beranggotakan 19 negara serta dua organisasi regional, yaitu Uni Eropa dan Uni Afrika.